Warga Tlemang Lamongan Pertahankan Adat Sanggring, Juru Masak Harus 40 Orang Pria dan Tak Berhadas
Warga Tlemang Lamongan Pertahankan Adat Sanggring, Juru Masak Harus 40 Orang Pria dan Tak Berhadas.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Sudarma Adi
“Wayang kulit tidak boleh. Wayangnya harus wayang Krucil, " katanya.
Sebelum Sanggring matang, para warga Tlemang sudah bersiap untuk mendapatkan Sanggring.
Mereka menenteng piring, mangkuk dan berbagai wadah lainnya untuk mendapatkan bagian Sanggring.
Adat ini mendapat perhatian dari Masyarakat Desa Tlemang, dan desa-desa di sekitarnya, hingga mereka harus rela mengantre untuk bisa mendapatkan sebagian Sanggring.
Menurut Yatono, dulu di ritual bernama Sanggring ini juga terdapat prosesi dimana kuah Sanggring ini untuk mencuci senjata bernama, Sengrok Simala Gandring.
“Senjata pisau ini nakal, dan dihantam Ki Buyut Terik, kemudian terbang,” katanya.
Sementara itu, pasca prosesi Sanggring ini tuntas, Kepala Desa, tokoh masyarakat dan penduduk Desa Tlemang ini membawa berbagai macam makanan kiriman dari warga ke punden atau makam Ki Buyut Terik.
"Dimakan bareng - bareng warga," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/adat-sanggring.jpg)