Warga Tlemang Lamongan Pertahankan Adat Sanggring, Juru Masak Harus 40 Orang Pria dan Tak Berhadas

Warga Tlemang Lamongan Pertahankan Adat Sanggring, Juru Masak Harus 40 Orang Pria dan Tak Berhadas.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Sudarma Adi
SURYA/HANIF MANSHURI
Para juru masak kaum Adam saat memasak menu untuk adat Sanggring di Ngimbang Lamongan, Senin (4/02/2019). 

"Yang ada hanya harus ada salah satu sesepuh yang mendampingi," katanya.

Makanan Sanggring ini berupa masakan yang berbahan dasar ayam.

Lalu sejumlah ayam yang dipotong lantas dimasak oleh warga.

Menurut Mukhsinon, salah satu warga menyebut, jumlah ayam yang dipotong tergantung dengan jumlah penduduk Desa Tlemang.

Ayam-ayam yang dipotong juga sumbangan dari warga.

"Selain ayam, warga juga membantu bumbu lengkap termasuk kayu bakarnya," kata Mukhsinon.

Tahun ini, jumlah ayam yang dipotong cukup lumayan banyak mencapai 124 ekor ayam.

Tidak ada ketentuan harus ayam jantan atau betina, termasuk warna ayam.

"Beberapa tahun silam memang harus ayam berwarna hitam. Sekarang bebas,” ungkapnya.

Adat gelar Sanggring ini selalu dilaksanakan setiap Jumadilawal, tanggal 27.

Dan kewajiban panitia adalah harus memastikan jumlah juru masak oleh 40 orang laki-laki.

“Ketentuan yang tidak boleh dilanggar adalah, tukang masak harus pria atau laki-laki. Dan haram untuk dicicipi,” ungkapnya.

Sanggring dimasak dengan menggunakan tiga buah kenceng (wajan besar, red).

"Dari dulu tiga, dan tidak pernah ganti Kenceng, ini peninggalan,” katanya.

Sembari menanti Sanggring matang, masyarakat Desa Tlemang, disuguhi hiburan berupa Wayang Krucil, dengan menampilkan 4 orang sinden.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved