Berwisata Sehari di Kota Heritage Dunia Melaka Malaysia

Pusat heritage Melaka merupakan kawasan wajib yang harus dikunjungi wisatawan saat berkunjung ke kawasan Kesultanan Melaka, Malaysia ini

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yoni Iskandar
sri wahyunik/surya
Kawasan red building melaka Malaysia 

TRIBUNJATIM.COM, MELAKA - Pusat heritage Melaka merupakan kawasan wajib yang harus dikunjungi wisatawan saat berkunjung ke kawasan Kesultanan Melaka, Malaysia ini.

Berada di pusat kota, wisatawan secara mudah menjangkaunya dengan berjalan kaki.

Jika mengacu kepada brosur wisata 'Melaka Exploratory Map' yang tersedia di hotel Melaka , menyebutkan terdapat 'top 10 historical sport' di Melaka. Ke-10 lokasi wisata sejarah itu adalah Christ Church, A Famosa, Melaka Sultanate Palace Museum, Maritime Museum, Poh San Teng Temple, Baba Nyanya Heritage Museum, Cheng Ho Cultural Museum, Cheng Hoon Teng, St Pauls' Church, dan Kampung Kling Mosque.

Beberapa tempat di atas bisa dijangkau dengan berjalan kaki, karena letaknya berdekatan. Saat berkunjung ke Melaka akhir Januari lalu, Surya menyusuri kompleks heritage Melaka tersebut.

Tujuan awal ke Christ Church yang berada di pusat kompleks heritage tersebut. Gereja anglikan berwarna merah ini tidak sendiri karena berada di kawasan yang disebut 'red building'. Jadi wisatawan sebaiknya menikmati kawasan itu dengan berjalan kaki, supaya bisa menikmati seluruh deretan bangunan di kawasan 'red building'. Disebut kawasan 'red building' karena bangunannya berwarna merah.

Jelang Piala AFF U-22 di Kamboja, Timnas Indonesia U-22 Dapat Pengawasan Ketat Tim Dokter

Gawat, Distribusi Logistik Pemilu untuk Tiga Daerah di Jatim ini Tanpa Pengawalan Polisi

Terkait Yang Gaji Kamu Siapa, Bawaslu Pastikan Keputusan Pemanggilan Menkominfo Keluar Senin

 

Mulailah perjalanan dari ujung masuk lorong 'red building'. Ada bangunan gereja St Francis Xavier yang dibangun tahun 1849. Di seberang gereja itu, ada lokasi penyelidikan arekologi Tembok Kota Melaka Bastian Victoria. Sisa tembok dan situs Bastian Victoria masih terlihat dan dikelilingi pagar.

Dari dua tempat itu, wisatawan bisa memasuki lorong 'Red Building'. Wisatawan bisa berjalan menyusuri lorong bangunan merah yang difungsikan sebagai lokasi tempat usaha itu, seperti toko dan kedai makanan. Di ujung bangunan merah yang difungsikan sebagai tempat usaha oleh warga setempat, wisatawan akan bertemu dengan Museum Pemuda dan Balai Seni Lukis Melaka. Museum dan balai ini masih berada di kompleks bangunan merah.

Museum Pemuda ini berdekatan dengan taman di pusat kompleks heritage Melaka. Di situ pula terletak Christ Church juga The standthuys. Di taman pusat kota itu, wisatawan juga bisa menemukan clock tower berwarna merah. Di seberang taman tersebut, mengalirlah Sungai Melaka. Kompleks bangunan The Standthuys difungsikan sebagai Museum Sejarah dan Etnografi.

Saat berada di taman pusat kota itu, berhentilah sejenak di depan Christ Church, yang menjadi ikon wisata di tempat itu. Gereja anglikan tahun 1753 ini dibangun oleh era Belanda di Melaka. Depan gereja ini menjadi salah satu lokasi favorit berfoto wisatawan. Jika ingin mengenal sejarah gereja itu, wisatawan bisa berkunjung ke kantor gereja yang berada di samping bangunan utama gereja tersebut. Di depan kantor itu juga tersedia cerita terbangunnnya gereja tersebut.

Setelah melihat bangunan gereja merah itu, bisa dilanjutkan dengan melihat The Standthuys yang berjarak beberapa puluh langkah dari gereja merah. Masuklah ke bangunan yang difungsikan sebagai Museum Sejarah dan Etnografi Melaka itu.

Untuk masuk ke museum, pengunjung dewasa non kewarganegaraan Malaysia terkena tarif 10 RM. Di dalam museum itu, wisatawan bisa mengetahui sejarah Melaka dari Era Portugis (1511 - 1641), Belanda (1641 - 1824), Inggris (1824 - 1957), dan Jepang (1942 - 1945), juga sejarah tentang kehidupan masyarakat Melaka mulai dari arstitektur rumah, dan tradisinya.

Memasuki museum itu juga jangan lupa mendatangi Museum Laksamana Cheng Ho. Dari area utama Museum Sejarah untuk menuju Museum Laksamana Cheng Ho, wisatawan sebaiknya menikmati lansekap bangunan itu. Karena lansekap bangunan museum itu bisa dipandang dari lokasi lebih tinggi di dekat pintu masuk Museum Laksamana Cheng Ho. Dan pemandangan mengesankan pada seluruh bangunan akan terlihat. Merah, anggun, dan terjaga baik berpadu dengan langit biru.

Dari Museum Laksamana Cheng Ho, keluarlah lewat jalur di sampingnya. Menyusuri jalur pejalan kaki, wisatawan bisa menuju perbukitan di belakang kawasan museum tersebut. Di perbukitan itu terletak reruntuhan bangunan gereja St Paul.

Gereja St Paul merupakan gereja Katolik tertua yang ada di Asia Tenggara. Awalnya hanya kapel yang dibangun tahun 1521 oleh seorang kapten asal Portugis, Duerte Coelhe. Tahun 1641, gereja itu berganti nama menjadi Gereja st Paul setelah Belanda menduduki Melaka.

Dari pelataran Gereja St Paul, wisawatan bisa melihat Melaka dari ketinggian sampai ke Semenanjung Melaka. Tamingsari Tower - satu tower tertinggi di Melaka dan termasuk destinasi wisata - juga terlihat dari kawasan ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved