UK Widya Mandala bersama 22 Mahasiswa Asing Praktik Kelola Limbah Minyak Jelantah untuk Biodisel

mahasiswa asal Jepang dan Taiwan mengikuti praktikum pengelolaan teknologi pemanfaatan limbah di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS).

UK Widya Mandala bersama 22 Mahasiswa Asing Praktik Kelola Limbah Minyak Jelantah untuk Biodisel
ISTIMEWA
Sebanyak 22 mahasiswa Jepang dan Taiwan berkalaborasi dengan 12 mahasiswa UKWMS mengelola limbah minyak (jelantah) di Laboratorium Kimia Organik Fakultas Teknik UKWMS, Selasa (19/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebanyak 22 mahasiswa asal Jepang dan Taiwan mengikuti praktikum pengelolaan teknologi pemanfaatan limbah di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Selasa (19/2/2019).

Rombongan tersebut di antaranya 12 orang mahasiswa dan profesor dari Shibaura Institude of technology (SIT) Jepang, tiga mahasiswa dan seorang profesor dari Osaka Intitude of Technology (OIT) Jepang dan lima mahasiswa dari National Taiwan University of Sciene and Technology (NTUST).

Kegiatan praktikum bertemakan 'Biodiversity as sustainable development in energy and economic sectors' ini juga melibatkan 12 mahasiswa dari berbagai jurusan di UKWMS.

Mahasiswi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kembangkan Bio Plastik Anti Bakteri

Mereka berbaur dan saling sharing tentang praktik pengelolaan teknologi melalui pemanfaat limbah untuk digunakan sebagai pembuatan biodiesel.

Dosen Fakultas Teknik UKWMS, Maria Yuliana mengatakan, penggunaan limbah minyak bekas atau jelantah sebagai pengganti bahan bakar diesel alternatif.

"Biodiesel ini penggunaan aneka keragaman hayati untuk energi dan mendukung sektor ekonomi. Biodiesel ini juga bisa jadi bahan bakar alternatif rumah tangga," kata Maria Yuliana di Laboratorium Kimia Organik Fakultas Teknik UKWMS, Selasa (13/2/2019).

"Seperti menggunakan limbah minyak goreng (jelantah) yang biasanya dibuang kami olah menjadi produk yang lebih berarti," tambahnya.

Pembuatan biodiesel, dipaparkan Maria, dapat digunakan secara langsung maupun dicampur dengan petroleum dalam proporsi tertentu.

Beta Beauty, Tabir Surya dari Buah Bit Karya Mahasiswa UK Widya Mandala, Intip Proses Pembuatannya!

"Biasanya bahan bakar campuran proporsinya 20 persen biodesel dan 80 persen bahan bakar diesel. Bahan bakunya biasanya mereaksi kimiawi minyak goreng biasa atau lemak hewan, tapi ini kami menggunakan limbah minyak goreng. Kami dapat dari tempat-tempat penjual gorengan," kata dosen yang sekaligus pemandu praktikum.

Pembuatannya, dinilainya tidak terlalu sulit, cukup mencampur minyak jelantah dan alcohol pada perbandingan 3:1 dan dipanaskan pada suhu 60 derajat celcius menuju 80 derajat celcius selama enam menit.

"Setiap 100 mili liter minyak jelantah akan menghasilkan 100 mili liter biodiesel. Nanti ada dua lapisan, lapisan atas dan bawah. Lapisan atas biodiesel dan lapisan bawah gliserol," pungkas Maria.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved