100 Prajurit Yon Zipur 5 Kepanjen Berangkat ke Lombok Timur, Bantu Perbaiki Rumah dan Infrastruktur

100 Prajurit Yon Zipur 5 Kepanjen Berangkat ke Lombok Timur, Bantu Perbaiki Rumah dan Infrastruktur.

100 Prajurit Yon Zipur 5 Kepanjen Berangkat ke Lombok Timur, Bantu Perbaiki Rumah dan Infrastruktur
SURYA/ERWIN WICAKSONO
Panglima Kodam V Brawijaya, Mayjend TNI Wisnoe Prasetya Boedi, mengecek kelengkapan prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 5 Kepanjen yang akan berangkat ke Lombok Timur , Nusa Tenggara Barat, Rabu (21/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Panglima Kodam V Brawijaya, Mayjend TNI Wisnoe Prasetya Boedi resmi memberangkatkan secara simbolis 100 prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 5 Kepanjen ke  Lombok Timur , Nusa Tenggara Barat, Rabu (21/2/2019).

Sesuai rencana, para prajurit tersebut terbang menuju Lombok dari Bandara Abdurahman Saleh dengan pesawat Hercules keesokan harinya, Kamis (22/2/2019).

Kepada para prajurit, Wisnoe menegaskan pemberangkatan ini adalah murni tugas kemanusian yang harus diemban setiap prajurit. 

Sudah Ada 60 Kasus DBD di Kota Malang, Dinkes Beri Imbauan 3M dan Pasang Kassa Pada Jendela Rumah

Antrean Panjang Perekaman e-KTP di Balai Kota Malang, Berdesakkan dan Ada yang Sampai Pingsan

Nantinya, mereka akan melakukan misi percepatan pembangunan daerah terdampak bencana gempa bumi Lombok yang terjadi beberapa lalu.

Di antaranya perbaikan rumah penduduk hingga infrastruktur yang rusak.

"Tugas kemanusiaan menjadi sebuah kehormatan bagi prajurit. Berbuatlah yang terbaik, dan selamat hingga kembali ke kesatuan," pesan Wisnoe dalam pidatonya disaksikan ratusan prajurit.

Diduga Kesal Sapinya Diracun, Pria di Malang Bacok Temannya Sendiri Pakai Celurit

Wisnoe menjelaskan, para prajurit yang tergabung dalam satgas percepatan pembangunan ini diharapkan menjalankan tugas dengan komitmen dan dedikasi tinggi.

"Saya tekankan, tugas itu kepercayaan dan harga diri. Kalau kamu tidak mampu, maka berarti tidak punya harga diri dan kehormatan, apakah kalian mampu?," tanya Wisnoe kepada para prajurit.

"Siap! Mampu!," saut ratusan prajurit.

Wisnoe juga menambahkan, bahwa prajurit yang terpilih tugas operasi kemanusiaan ini, harus berbangga hati.

Karena tugas ini adalah kehormatan dan kepercayaan yang diberikan bangsa dan negara, dalam melakukan reboisasi dan rekonstruksi sarana masyarakat yang menjadi korban gempa.

Menurutnya, untuk mengeluarkan kemampuan semaksimal mungkin, prajurit diwanti-wanti jangan sampai lemah. Wisnoe juga mengingatkan agar prajurit tidak membedakan suku, golongan, ras maupun agama.

"Kalian (prajurit) tugas di NTB selama dua bulan. Kami minta berikan yang terbaik untuk membantu masyarakat. Jadikan kehormatan dan pengabdian tugas ini, sebagai wujud kemanunggalan TNI," tutur Wisnoe.

Wisnoe menjelaskan selama dua bulan menjalankan tugas, 100 prajurit ini, akan mengemban tugas melakukan perbaikan di sembilan titik dengan memperbaiki sekitar 900 rumah warga.

"Setelah dari Lombok, para prajurit akan lanjut ke Kalimantan untuk misi yang sama. Ini bisa saja mereka lebih dari dua bulan di Lombok. Maka dari itu saya tekankan mereka (prajurit) harus selalu kuat," tegasnya.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved