Saling Ngotot, Disnakertrans Jatim Tunggu Keputusan SRP-HPI dan PT HPI
Kedua belah pihak yang bersangketa antara PT Haleyora Powerindo dan SRP-HPI akhirnya berhasil dipertemukan secarathird partij oleh Disnakertrans Jatim
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Yoni Iskandar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kedua belah pihak yang bersangketa antara PT Haleyora Powerindo dan SRP-HPI akhirnya berhasil dipertemukan secara third partij oleh Disnakertrans Jatim, Senin (4/3/2019).
Suasana di sebuah ruang Kantor Disnakertrans Jatim yang berukuran 10 meter x 5 meter siang itu, yang menjadi tempat pertemuan keduanya, begitu tegang.
Forum tersebut bisa terbilang alot. Bagaimana tidak?
Keduabelah pihak saling melemparkan pendapat yang diikuti fakta-fakta yang meyakinkan.
Bukan cuma saling tanya atas dugaan-dugaan yang sepintas mencurigakan, namun kedua pihak juga saling bantah setiap jawaban yang disampaikan.
Hingga Puspita Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Disnakertrans Jatim berkali-kali menengahi debat antar keduanya, agar mengembalikan pada inti pokok permasalahan.
"Udah sekarang kalian mintanya apa segera sampaikan. Lalu kalian dengar apakah permintaan itu bisa dikabulkan," tukasnya dengan suara yang cukup keras.
Memperoleh kesempatan pertama untuk menyampaikan tuntutan, tampaknya tak disia-siakan oleh Perwakilan SRP-HPI.
Arif Budi Prayogo selaku Ketua Divisi Advokasi Serikat Rakyat Pekerja Haleyora Powerindo (SRP-HPI) menegaskan, pihaknya bersikeukuh agar 48 pekerja dipekerjakan kembali menjadi operator gardu induk
Dan menolak, tawaran pekerjaan baru sebagai Pekerja Right of Way (ROW) alias petugas pemangkas ranting pohon yang menggelayuti kabel PLN.
Karena pekerjaan itu, dinilai tidak sesuai dengan skill kompetensi yang dimiliki mereka.
"Kami tetap dengan tuntutan sejak awal, karena keahlian kami untuk itu. Karena inu sesuai dengan Kontrak PKWTT kami sejak 2013," katanya kepada Tribunjatim.com.
Mendengar pernyataan tersebut pihak HPI yang diwakili Aripin selaku Manager Region 3 HPI, tak tinggal diam.
Mereka juga tetap dengan keteguhan prinsip yang sama, bahwa saat ini HPI sudah tidak lagi membutuhkan pekerja untuk Gardu Induk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-disnakertrans-jatim-pertemukan-buruh-dan-pt.jpg)