Piala Presiden

Sebelum ke Babak 8 Besar, Persebaya Benahi Faktor Lambat Panas dan Pertahanan yang Sering Dibobol

Sebelum ke Babak 8 Besar, Persebaya Benahi Faktor Lambat Panas dan Pertahanan yang Sering Dibobol.

Tayang:
Penulis: Khairul Amin | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/NDARU WIJAYANTO
Damian Lizio menahan bola yang coba direbut oleh M Hidayat pada latihan yang digelar di Stadion Jenggolo Sidoarjo, Rabu (27/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pelatih Persebaya Surabaya, Djajang Nurdjaman terus mempersiapkan timnya jelang babak delapan besar Piala Presiden 2019 yang akan berlangsung 29-31 Maret 2019 nanti.

Meski Persebaya tampil apik babak fase grup, dimana belum merasakan kakalahan dari tiga laga, dua menang satu kali imbang dan lolos sebagai juara grup A, dikatakan Djanur, dari tiga laga itu terdapat dua catatan penting yang saat ini terus dibenahi timnya. 

Pertama, selalu terlambat panas. Terbukti, kemenangan 2-3 atas Perseru, di laga pertama.

Jadi Tuan Rumah, Persebaya Optimis Tatap Babak 8 Besar, Djanur : Lawan Siapapun Kami Siap!

Persebaya Diuntungkan Jadi Tuan Rumah 8 Besar Piala Presiden, Djanur : Sering Latihan di Stadion GBT

Persebaya Surabaya, awalnya harus tertinggal 2-0 di babak pertama sebelum akhirnya bangkit membalikkan keadaan. 

Begitu juga saat menang 3-2 dari Persib Bandung, tim Bajul Ijo juga harus tertinggal 1-0 lebih dulu, sebelumnya akhir saling berbalas gol dan berakhir untuk kemenangan Persebaya. 

Persebaya Surabaya Siap Bila Jumpa Arema FC pada Babak 8 Besar Piala Presiden 2019

Meski Lolos Babak 8 Besar Piala Presiden, Pelatih Persebaya Surabaya Sebut Timnya Kurang Produktif

“Ya saya akui itu (terlambat panas, red), bahkan selalu ketinggalan. Sama Perseru Serui ketinggalan 2-0, lawan Persib ketinggalan 1-0. Itu salah satu faktor yang akan dievaluasi,” terang Djanur, usai pimpin latihan tim di Lapangan Jenggolo, Selasa (19/3/2019) pagi. 

“Tidak boleh terlena, walaupun ada kebangkitan, tapi itu saya pikir terlalu riskan. Kalau bisa kami harus sudah siap sejak awal,” tambah pelatih asal Majalengka tersebut.

Selain telat panas, faktor lain yang terus dibenahi adalah sisi pertahanan.

Sebab, dari tiga laga itu, gawang Persebaya sudah kemasukan empat gol. Hanya dilaga terakhir hadapi Tira Persikabo tidak terbobol.

Meski Djanur akui, kurang baiknya lini pertahanan karena komposisi pemain belakang yang kurang maksimal.

Tiga pemain belakang Persebaya secara bergantian absen, Ruben Sanadi, Otavio Dutra, dan Hansamu Yama.

Bahkan di laga terakhir ketiganya absen secara bersamaan.

Meskipun, di laga delapan besar nanti dipastikan tiga pemain tersebut kemungkinan besar sudah bisa bergabung.

Karena agenda ujicoba timnas internasional (FIFA Match Day) lawan Myanmar di Stadion Mandala Thiri, Myanmar berlangsung 25 Maret, atau empat hari sebelum laga babak delapan besar dimulai. 

“Itu (lini pertahanan, red) juga salah satu evaluasi, karena dari tiga pertandingan kemasukan empat gol, saya pikir itu kurang bagus. Walaupun mungkin orang berbeda, akan datang orang-orang di timnas, tapi tetep secara permainan harus tetep kami driling,” tutup Djanur.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved