POTADS dan Hotel Shangri La Gelar Down Syndrome Hebat, Ajang Berkarya dengan Tarian & Buka Stand

POTADS dan Hotel Shangri La Gelar Down Syndrome Hebat, Ajang Berkarya dengan Tarian & Buka Stand.

Penulis: Hefty Suud | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/HEFTY SUUD
Suasana peringatan World Down Syndrome Day 2019 di Hotel Shangri La Surabaya, Senin (25/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Memperingati World Down Syndrome Day 2019, Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS), Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) dan YKAI Provinsi Jawa Timur, serta Hotel Shangri La Surabaya berkolaborasi gelar acara bertema Down Syndrome Hebat, Senin (25/3/2019).

Ketua pelaksana acara Downsyndrome Hebat, Farida Martarina menyampaikan, tema tersebut digunkan di seluruh Indonesia untuk memperingati World Down Syndrome Day 2019.

Peringati Hari Down Syndrome Sedunia, Anak Tunagrahita Asyik Main Bocce, Latih Fokus dan Koordinasi

Peringati Hari Down Syndrome Sedunia, Unusa Ajak Orang Tua dan Anak Bermain Sambil Ikuti Talkshow

Pada acara yang berlangsung di Hotel Shangri La Surabaya ada sekitar 250 anak down syndrome yang hadir dan memeriahkan acara tersebut.

Tak sekadar hadir, beberapa di antara mereka pun akan menampilkan tarian, mengikuti lomba, juga membuka booth bazar.

"Tema sekaligus acara ini dibuat tujuanya kami ingin menunjukkan kalau anak-anak down syndrome ini bisa dibina, bisa berkarya, mereka pun bisa membuat lapangan kerja untuk dirinya sendiri. Jadi mereka tak sekadar kami undang, juga kami beri ruang untuk terlibat langsung dalam acara," ujar Farida yang juga merupakan ketua POTADS Jawa Timur.

Peringati Hari Down Syndrome Sedunia, Unusa Gelar Lomba Okupasi dan Pameran di Royal Plaza Surabaya

Imbuhnya, hal itu dibuktikan dengan adanya anak downsyndrome yang membuka stand dalam bazar acara tersebut, diantaranya Aswi Nugroho, atlet renang yang baru-baru ini membuka usaha kue keringnya, ada juga Evan dari Jember telah memiliki usaha juice.

Selain itu, beberapa anak juga akan mengikuti lomba fashion show.

Ada juga anak-anak downsyndrome yang telah dilatih oleh POTADS Jawa Timur, mereka akan menampilkan tarian rampak sebagai pembuka acara tersebut.

Dijelaskan Farida, World Down Syndrome Day sendiri ditentukan oleh PBB untuk diperingati setiap tanggal 21 Maret.

Sebab, downsyndrom terjadi karena adanya kelainan pada kromosom nomor 21.

"Kenapa bukan Maret? Karena 2+1 adalah 3, bulan 3 kan bulan Maret. Begitu ceritannya," ujar Farida.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved