Ciptakan Baterai dari Kulit Pisang, Santri SMA Progresif Bumi Shalawat Raih Silver Medal di Malaysia
Santri tidak kalah dengan pelajar dalam hal ilmu pengetahuan. Seperti santri SMA Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo, yang baru saja meraih silver.
Penulis: M Taufik | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Santri tidak kalah dengan pelajar manapun dalam hal ilmu pengetahuan.
Buktinya, banyak santri yang berhasil mengembangkan pengetahuan, bahkan berprestasi sampai tingkat internasional.
Seperti santri SMA Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo, yang baru saja meraih silver medal dalam ajang International Science Innovation (ISIC) yang digelar di University Kuala Lumpur Malaysia.
Mereka adalah Yumna Shafa N dan Mayomi Zhafira dengan karya teknologi ramah lingkungan.
Yakni memanfaatkan kulit pisang sebagai bahan dasar baterai.
• Pemkot Gandeng Mahasiswa Asing dan Komunitas Masyarakat Luar Pulau Ramaikan Surabaya Vaganza 2019
• Mahasiswa Ubaya Rancang Mainan Bongkar Pasang Miniatur Rumah Adat Indonesia Sebagai Tugas Akhir
"Ide awalnya berawal dari keprihatinan kami atas terus berkurangnya energi fosil di bumi," kata Yumna sambil mempraktikkan cara memanfaatkan kulit pisang untuk bahan pembuatan baterai di sekolahnya, Selasa (26/3/2019).
Prosesnya, kulit pisang terlebih dulu dicairkan dengan cara diblender.
Kemudian dicampur dengan bahan kimia, dan hasilnya bisa menimbulkan reaksi elektrik.
"Itu bisa dibuktikan dengan alat pengukur arus listrik avometer," sambung santriwati Bumi Shalawat Sidoarjo ini.
Dari situ, kemudian arus listriknya bisa dipakai untuk kebutuhan baterai.
Bisa aki, baterai, dan berbagai kebutuhan listrik kain yang ramah lingkungan.
Para siswa bersama pihak sekolah berharap agar nanti jika karya ini sudah sempurna, bisa digunakan sebagai sumber energi. Khususnya sumber energi ramah lingkungan.
Pihak sekolah maupun yayasan mengaku sangat mengapresiasi karya para siswanya, serta akan membantu memfasilitasi pengembangan dari temuan itu.
• Panen Kopi Biar Gak Pegal, Petani Diberi Ide Mahasiswa Sarung Tangan Pelekat
• Kisah 3 Mahasiswa Indonesia Lolos dari Penembakan Selandia Baru, Berlari & Berlindung di Rumah Warga
"Beberapa karya dan prestasi itu merupakan bukti bahwa santri tidak kalah bersaing dengan siswa lain. Di tingkat lokal, regional, nasional, atau sampai internasional sekalipun," kata Aria Muhammad, Ketua Yayasan Bumi Shalawat.
Selain dua siswa ini, beberapa siswa lain di yayasan itu juga telah memenangkan berbagai lomba tingkat nasional maupun regional. Namun, ditegaskan bahwa lomba-lomba itu bukan tujuan.
Melainkan penyemangat dan pemacu siswa untuk lebih berprestasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/santri-sma-progresif-bumi-shalawat.jpg)