Pemkot Surabaya Siapkan 6 Taman Kota Baru Tahun Ini, Ada Taman yang Punya Semburan Lumpur
Warga Surabaya penikmat taman, siap-siap menyambut enam taman kota baru dan lanjutan yang disebar di sudut-sudut kota.
Penulis: Delya Octovie | Editor: Anugrah Fitra Nurani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bagi warga Surabaya penikmat taman, siap-siap menyambut enam taman kota baru dan lanjutan yang disebar di sudut-sudut kota.
Keenam taman kota diprediksi rampung dan siap dipakai beraktivitas tahun ini.
Kepala Seksi Ruang Terbuka Hijau dari Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Rochim Yuliadi, mengatakan tahun ini pihaknya mengerjakan 71 lokasi taman.
Kemudian, enam taman baru dan lanjutan ini dikerjakan secara paket lelang dan swakelola.
(DLHK Sidoarjo Janji Segera Benahi Tanah di Taman Abhirupa Krian yang Becek, Beri Pasir dan Rumput)
(Pengunjung Taman Abhirupa Krian Keluhkan Tanah di Wahana Permainan, Becek dan Tergenang Air Hujan)
"Untuk yang enam lokasi paket lelang tersebut dua lokasi adalah pekerjaan lanjutan meneruskan paket lama, jadi bukan lokasi baru. Sedangkan yang empat adalah proyek baru," tuturnya, Jumat (12/4/2019).
Enam taman yang dimaksud adalah Taman Kreatif ex Incernerator Keputih, Taman Harmoni Keputih, Taman Mozaik Wiyung Praja, Taman Memorial Balas Klumprik, Taman Geologi Gunung Anyar, dan Taman ex Pasar Kedinding.
Rochim menjelaskan, lokasi-lokasi taman dipilih dengan berbagai tujuan.
Seperti daerah Wiyung dan Balas Klumprik yang memang belum ada taman skala kota yang representatif untuk dinikmati warga kota, serta sebagai sarana rekreasi gratis.
Begitu pula dengan taman di Kali Kedinding dan Gunung Anyar. Mereka berharap kehadiran taman bisa membantu perekonomian masyarakat sekitar.
(Penat dengan Rutinitas? Waktunya Memanjakan Mata Tanpa Jeda di Taman Laut Bunaken Pulau Menado Tua)
(Kampanye Earth Hour, Ajak Tamu Hotel Taman Safari Prigen Matikan Lampu)
"Dengan adanya taman baru di lokasi tersebut, maka kegiatan ekonomi warga dapat terangkat juga, karena di taman-taman tersebut akan dilengkapi dengan sentra kuliner," paparnya.
Hingga kini, dua taman sudah memasuki proses lelang, yakni Taman Harmoni dan Taman Kreatif.
Taman Mozaik dan Taman Memorial sedang dalam proses DED, dan Taman Geologi serta Taman ex Pasar Kedinding masih tahap desain.
Taman Harmoni dan Taman Kreatif tidak akan memiliki banyak perubahan dari desain awal, yakni tersedia banyak jogging track.
Sedangkan untuk Taman Mozaik, sesuai namanya, DKRTH fokus pada permainan warna dan pola-pola mozaik, supaya menarik bagi masyarakat yang ingin berswafoto.
"Untuk Taman Geologi, kami fokus pada mengeksplor situs Gunung Anyar yang terdapat semburan lumpurnya," katanya.
Ia menambahkan, Taman Kreatif nantinya memiliki jogging track dengan pola bunga dan berkontur, dilengkapi trek landai hingga menanjak.
Ada pula amfiteater yang bisa dimanfaatkan untuk pertunjukan terbuka.
(Peserta Art Instalation Competition Siratkan Pesan Go Green dengan Miniatur Taman dari Kardus)
(Persebaya Vs Tira Persikabo, Kualitas Merata, Djanur Masih Bingung Tentukan Kiper Utamanya)
Kemudian, Taman Harmoni akan dijadikan taman yang kaya akan bunga, mulai dari tanaman semak, perdu hingga pohonnya semuanya berbunga.
"Sehingga, nanti pada bulan November saat tabebuya bersemi, bisa menjadi waktu yang sempurna untuk berkunjung ke Taman Harmoni," ucapnya.
Taman Memorial fokus pada area untuk mengabadikan diri, di mana pengunjung bisa mencorat-coret area tersebut untuk mengungkap isi hati agar kelak dapat dikenang.
"Kami memang ingin memberikan sarana rekreasi gratis kepada warga Kota Surabaya yang lokasinya lebih terjangkau, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup warganya. Selain itu, kami juga bertujuan mengolah lahan tidur yang ada di kawasan kota," ujarnya.
Ketika ditanya target selesai, Rochim menjanjikan tahun ini semua taman akan direalisasi. Keenam taman ini tidak akan menjadi proyek terakhir DKRTH.
Ketika melakukan sidak, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan niatnya untuk mengembangkan taman, satu di antaranya taman di bantaran sungai Darmokali.
"Nanti juga jalan ini akan jadi jogging track dari Keputran sampai Wonokromo. Ini saya coba komunikasikan dengan DKRTH. Memang nggak bisa sendiri, harus komunikasi dengan Cipta Karya besok," jelasnya.
Menurutnya, jogging track merupakan penarik perhatian masyarakat, karena sekarang banyak orang luar kota yang ke Surabaya membawa sepeda sekaligus tertarik menikmati jogging track.
"Karenanya kita siapkan fasilitas itu. Kalau mereka merasa enak di sini, mereka akan ajak yang lain. Akan diperbaiki supaya nyaman untuk jogging," pungkasnya. (del)
Reporter: Surya/Delya Oktovie
(DLHK Sidoarjo Janji Segera Benahi Tanah di Taman Abhirupa Krian yang Becek, Beri Pasir dan Rumput)
(Politisi Golkar Ini Ingin Perbanyak Taman di Surabaya dan Sidoarjo, Begini Alasannya)