Pilpres 2019

Menang di 19 Provinsi, Prabowo Tetap Kalah Real Count KPU, Peneliti Senior: Too Little Too Late!

Menang di 19 provinsi, Prabowo ya tetap kalah real count KPU, peneliti senior: too little too late!

Menang di 19 Provinsi, Prabowo Tetap Kalah Real Count KPU, Peneliti Senior: Too Little Too Late!
Twitter/imanbr - TRIBUNNEWS.COM/Bian Harnansa
Menang di 19 provinsi, Prabowo tetap kalah real count KPU 

Setelah kampanye panjang, di bulan April 2019, tak ada ulama yang lebih dikenal dibandingkan Kiai Ma’ruf Amin. Tingkat pengenalan Ma’ruf Amin kini di atas 80 persen. Itu sudah jauh di atas ustad Somad. Dan jauh di atas semua ulama dan tokoh agama manapun.

Kiai Ma’ruf Amien memperoleh lompatan pengenalan dan kesukaan karena efek delapan bulan kampanye. Ia dilambungkan oleh delapan bulan menjadi pemberitaan media.

Pada survei LSI Denny JA, bulan November 2018, sengaja Ma’ruf Amien tidak disertakan dalam rangking Ulama berpengaruh karena ia diposisikan pasangan capres -cawapres yang sedang bertarung.

Namun jika data yang ada dibandingkan, Kiai Ma’ruf Amien versus Ustad Somad, dalam survei di bulan Maret 2019, pengaruh Ma’ruf Amien lebih besar dibandingkan Ustad Somad.

Ma’ruf Amien jauh lebih didengar untuk komunitas NU, kalangan minoritas, pemilih Muslim yang lebih abangan. Gabungan ketiga kantong suara itu sudah mayoritas pemilih Indonesia.

Ustad Somad lebih didengar di kalangan pemilih Muslim yang merasa bagian dari FPI, Reuni 212, dan sebagian besar yang tak berafiliasi. Total komunitas itu tidaklah sebesar NU. Apalagi jika dibandingkan dengan NU plus pemilih minoritas plus pemilih Muslim abangan.

-000-

Mengapa saya katakan dukungan Somad kepada Prabowo itu Too Little, Too Late?

Ia Too Late, sangat terlambat karena situasi sudah terbentuk, terpola. Sebelum Ustad Somad tampil memberikan dukungan, mayoritas 85 persen dari pendengarnya memang sudah ada di kubu Prabowo.

Dukungan Somad hanya mengkonfirmasi saja. Tanpa dukungan terbuka dari Somad pun, mereka memang sudah di Prabowo.

Sisi lainnya, sekitar 15 persen pendengar Ustad Somad berada di kubu Jokowi. Mereka mendengar himbaun Ustad Somad soal keagamaan. Tapi soal pilihan politik, mereka mandiri.

Begitu banyak variabel yang bekerja dalam perilaku pemilih. Walau mereka suka ceramah agama Ustad Somad, sebagai misal, mereka tetap ada di Jokowi karena keterikatan mereka pada NU lebih tinggi sebagai misal. Atau mereka lebih mendengar ulama lain, yang menurut mereka lebih dekat seperti Kiai Ma’ruf Amien. Bahkan Kiai Ma’ruf menjadi cawapresnya Jokowi.

Ia Too Little, sangat kecil, karena untuk membuat Prabowo menang memerlukan Big Bang yang jauh lebih besar. Kurang dari seminggu lagi hari pencoblosan.

Model asosiasi Somad atas Prabowo itu bentuk endorsement saja: dukungan terbuka saja. Dalam dunia konsultan politik itu disebut soft selling, bukan hard selling.

Pengaruh Ustad Somad kepada pemilih akan berbeda misalnya jika ia sendiri menjadi wapres Prabowo. Atau ia berkampanye langsung ke mesjid- mesjid dan kelompok pengajian sejak dahulu kala!

Model endorsement seperti yang kini dilakukan, apalagi hari pencoblosan kurang dari seminggu, menjadi too little.

Dari tujuh lembaga survei yang kredibel, Jarak kemenangan Jokowi atas Prabowo bervariasi antara 13 persen hingga 25 persen! Jarak itu terlalu jauh untuk dilampaui oleh model dukungan Ustad Somad seperti itu.

-000-

Lalu apa arti dan makna dukungan Somad secara terbuka pada Prabowo yang videonya beredar sejak 11 April 2019 kemarin?

Saya menikmati itu sebagai momen yang unik. Sunguh gurih bagi saya menyaksikan bagian dari petuah dan nasehat agama dalam video tersebut.

Itu kutipan yang bagus. Ujar Ustad Somad, dengan mengutip ulama lain, jika doa kita mujarab, dan kita hanya punya satu doa saja, maka pilihlah doa meminta pemimpin yang adil. Hadirnya pemimpin yang adil besar sekali manfaatnya menciptakan masyarakat yang terlindungi rasa keadilannya.

Saya menikmati juga permintaan khusus Ustad Somad. Jika Prabowo terpilih, jangan undang dirinya ke istana. Sebagai ulama, ia memilih mendidik umat tidak di istana tapi pergi ke kampung- kampung.

Namun pernyataan Ustad Somad bahwa ia bertemu beberapa Kiai yang bersih hatinya. Yang menitipkan nama Prabowo, itu hal yang biasa. Dalam komunitas NU, ditemui lebih banyak lagi Kiai yang juga diyakini bersih hati dan menitip nama Jokowi.

Dalam video itu, Prabowo mendengar penuh Takzim. Nampak ada keharuan pada Prabowo. Jelas ini model soft selling yang menyentuh.

Tapi soal efek elektoral? Kembali kepada prinsip di atas. Ulama di Indonesia memiliki pengaruh sangatlah besar untuk panduan hidup beragama. Namun pengaruhnya untuk politik pemilu, sangatlah kecil!

April 2019

Denny JA

Kubu Jokowi Bantah Mainkan Isu Tampang Boyolali untuk Sudutkan Prabowo Subianto

10 Lembaga Survei Beberkan Hasil Quick Count Pilpres 2019 Terkini, Jokowi dan Prabowo Bersaing Ketat

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Prabowo Menang 19 Provinsi & Dibantu Ustadz Abdul Somad, UAH, Aa Gym Tapi Kalah, Tulisan Denny JA.

Editor: Alga Wibisono
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved