Belajar dari Enaque Surabaya: Meneruskan Usaha Kue Lumpur Yang Santai

Enaque adalah nama usaha kue lumpur yang berada di Surabaya. Anwar Rudin adalah owner generasi kedua dari usaha tersebut. Ibu sang istri adalah yang

Belajar dari Enaque Surabaya: Meneruskan Usaha Kue Lumpur Yang Santai
hefty Suud/Tribunjatim.com
Kue Lumpur 

"Sebelum buka toko, pesanannya itu ya by order saja. Kami melayani pemesanan secara online, facebook waktu itu. Terus saya membaca kalau sepertinya punya toko offline dan produk ready stock itu bagus juga, akhirnya ya itu saya nekat gabung sama teman buat," papar pria asli Lampug itu.

Untuk fokus meneruskan usaha mertuanya, Anwar memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di bidang IT satu tahun sebelumnya. Tepatnya pada tahun 2014.

"Karena usaha ini ditanggungkan kepada istri saya, kan nggak mungkin urusan produksi sampai pemasaran dan pengembangan usaha semua diurus dia. Akhirnya saya putuskan untuk membantu di pemasaran dan pengembangan, istri saya di bagian produksi," paparnya.

Namun, di awal-awal 2015, Anwar mengaku ia dan istrinya saja yang mengurus usaha kue lumpur itu. Ia pun tak jarang ikut membantu memproduksi kue lumpu, maka ia pun belajar untuk memasaknya.

Tiga bulan pertama pembukaan toko Enaque menurut Anwar menjadi masa-masa tersulit. Dalam kurun waktu itu, ia mengaku hampir tidak ada keuntungan penjualan yang dapat dirasakan.

"Kan penjualan online sudah jalan duluan. Nah hasil dari jualan online itu dipakai buat nutupi minusnya toko, gitu terus selama tiga bulan pertama," ujarnya.

Barulah di bulan ketiga, salah seorang pembelinya memposting kue lumpur beserta alamat tokonya di grup facebook yang diikuti Anwar. Saat itulah usahanya membuat toko offline untuk kue lumpur bermerek Enaque mulai menunjukkan perkembangan.

Toko pertamanya di daerah Menanggal Surabaya, kini sudah memiliki tiga cabag lainnya di Surabaya, yakni di Yakaya Rungkut, Palapa Adityawarman, dan pusatnya berada di Bendul Merisi Indah No 49.

Modal awalnya untuk mengembangkan usaha kue lumpur itu menurutnya bisa dibilang seadanya. Kalaupun harus ditotal dalam jumlah rupiah, perkiraannya Rp 500 ribu.

"Sebenarnga bisa dibilang hampir nggak modal ya. Karena untuk toko, saya cuma beli bahan kue dan kompor itu cuma sedia satu. Kalau untuk yang produksi di rumah untuk pesanan online ya pakai perabot rumah," jelas Anwar.

Halaman
123
Penulis: Hefty Suud
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved