Pemilu 2019

Dua Anggota Linmas di Lumajang Meninggal Dunia Saat Pemilu 2019

Dua orang anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Kabupaten Lumajang meninggal dunia selama proses Pemilu 2019. Keduanya adalah M Sholihin (46) da

Dua Anggota Linmas di Lumajang Meninggal Dunia Saat Pemilu 2019
TRIBUNJATIM.COM/MANIK PRIYO PRABOWO
ilustrasi 

 TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Dua orang anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Kabupaten Lumajang meninggal dunia selama proses Pemilu 2019. Keduanya adalah M Sholihin (46) dan Sukri (60).

Sholihin adalah anggota Linmas TPS 24 Desa Pulo Kecamatan Tempeh. Dia meninggl dunia pada saat pencoblosan, Rabu (17/4/2019) lalu.

Ia sempat merasakan pusing saat rekapitulasi pemungutan suara berlangsung sekitar pukul 15.00 wib. Dia sempat dibawa ke puskesmas Gesang akan tetapi sesampainya di Puskesmas, dia meninggal dunia.

Sementara Sukri bertugas di TPS 13 Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari. Pada saat mengawal distribusi surat suara dari PPS ke TPS pada, Selasa (16/4/2019), dia mengeluh sakit.

Setelah selesai distribusi ke TPS, dia kembali ke Balai Desa Kaliuling, dan meminta petugas lain mengganti waktu jaganya. Dia merasa tidak kuat. Selama di rumah kesehatannya terus memburuk dan pada Kamis (18/4/2019), dia meninggal dunia dalam perawatan di Puskesmas Pronojiwo.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan anggota Linmas yang meninggal dunia itu sebagai pahlawan demokrasi.

Ketua KPPS di Kota Malang Berupaya Bunuh Diri Usai Temukan Selisih Perhitungan Surat Suara

Jalani Tugas Padat, Bawaslu Kota Malang Asuransikan 72 Petugasnya

Soal Potong Leher, La Nyalla: Itu Bahasa Komando Untuk Kadernya, Memenangkan Jokowi-Maruf Amin

"Bagi saya, anggota Linmas yang meninggal dunia itu adalah pahlawan demokrasi karena mereka ikut andil dalam mensukseskan Pemilu serentak tahun 2019. Ribuan suara masyarakat mereka jaga dengan mempertaruhkan jiwa raga mereka bersama-sama dengan petugas keamanan dari Polri dan TNI. Mereka melakukan pengawalan kotak suara dan penjagaan proses penghitungan suara yang waktunya tidak sebentar. Pasti proses tersebut sangat melelahkan, tapi mereka tidak mengeluh karena mereka merasa ini adalah sebuah tanggung jawab besar dan amanah dari negara,” ungkap Arsal dalam rilis yang diterima Surya, Sabtu (20/4/2019).

Sementara itu, saat ini proses rekapitulasi suara di tingkat PPK di Kabupaten Lumajang sudah dimulai. Untuk menjaga kondisi petugas di lokasi rekap suara, Polres Lumajang menyediakan team kesehatan yang berkeliling ke tiap PPK untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada petugas keamanan di lokasi rekap suara.

"Tim Kesehatan Polres Lumajang memeriksa semua petugas yang ada di lokasi rekap suara di PPK, baik personel pengamanan juga petugas yang melakukan rekapitulasi," tegas AKBP Muhammad Arsal Sahban kepada Tribunjatim.com.

Tem kesehatan dari Polres Lumajang membawa perlengkapan lengkap yang terdiri dari mobil kesehatan yang berisi peralatan seperti oksigen, obat-obatan, vitamin, tandu untuk pertolongan pertama, maupun EKG untuk mendeteksi detak jantung.

Arsal juga mengucapkan turut berbela sungkawa untuk petugas yang meninggal dunia selama proses Pemilu 2019.

"Selain anggota Linmas, dari anggota korps kami yakni Polri juga ada yang meninggal dunia," pungkas AKBP Muhammad Arsal Sahban. (Sri Wahyunik/TribunJatim.com).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved