Pemiliknya Urus Pemberkasan Nikah Tetangga, Rumah Modin di Tambaksari Terbakar

Doy Kusdoyo (70) mengaku kaget menerima kabar bahwa rumahnya di Jalan Karang Gayam Teratai Pacarkeling, Tambaksari terbakar pada Senin (22/4/2019)

Pemiliknya Urus Pemberkasan Nikah Tetangga, Rumah Modin di Tambaksari Terbakar
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Kondisi rumah Doy Kusdoyo dan rumah Rosa di Pacarkeling, Tambaksari usai dipadamkan oleh PMK Surabaya, Senin (21/4/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Doy Kusdoyo (70) mengaku kaget menerima kabar bahwa rumahnya di Jalan Karang Gayam Teratai, Pacarkeling, Tambaksari terbakar, Senin (22/4/2019).

Saat rumahnya terbakar ia tidak sedang berada di rumah.

Sebelum mendapat kabar kalau rumahnya terbakar, ia memang sedang berada di Kantor Urusan Agama (KUA) Tambaksari.

Sebagai mudin di lingkungannya, Doy mengaku sedang mengurus pemberkasan seorang warganya yang akan segera menikah lima hari lagi.

(Antisipasi Kebakaran di Musim Kemarau, BPBD Kota Malang Berikan Imbauan pada Warga)

(Kebakaran di Pasar Lawang, Total Ada 509 Lapak Hangus Terbakar, Diduga dari Kompor atau Korsleting)

"Saya tadi keluar ngurus nikahan tetangga yang bakal berlangsung 5 hari lagi, pas mau ke kantor Kecamatan ditelpon (rumah saya terbakar)," katanya pada awak media.

Mendengar kabar tak mengenakkan itu, Doy langsung kembali ke rumah untuk memastikan kabar tersebut.

Setibanya di lokasi, ternyata kabar itu bukan isapan jempol. Rumahnya benar-benar terbakar.

"Karena sama Pak Polisi gak dibolehin mendekat, saya belum tahu apa saja barang yang terbakar," lanjutnya.

Doy menyebut banyak menimpan surat-surat berharga dan beberapa baranh elektronik yang tak bisa ia sebutkan satu persatu macamnya.

"Saya punya televisi 3 buah, dan di lantai 2 banyak ijazah dan surat-surat saya juga,"

Doy meyakini api tidak berasal dari korsleting listrik. Ia mengklaim terbiasa mematikan aliran listrik di rumahnya ketika akan pergi.

"Saya setiap kau kemana-mana matiin listrik, saya gak mau bebani anak saya yang bayar listrik, jadi saya tadi keluar listriknya saya matikan," tandasnya.

(Cerita Pedagang Kain Punya 13 Kios di Pasar Lawang yang Ludes Terbakar, Sebut Kebakaran Paling Besar)

(Rumah di Sidotopo Wetan Surabaya Terbakar, Api Diduga dari Kompor Saat Masak Air)

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved