Banyak PJU Mati, Jalan Alternatif Sarangan Magetan Hingga Cemorokandang Rawan Kecelakaan

Banyak PJU Mati, Jalan Alternatif Sarangan Magetan Hingga Cemorokandang Rawan Kecelakaan.

SURYA/DONI PRASETYO
Stock lampu penerangan jalan umum (PJU) jenis LED digudang Bidang PJU DPU PR menumpuk, hingga hampir memenuhi kantor Bidang PJU. Tapi ironis, di jalanan wilayah Kabupaten Magetan banyak PJU mati. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Jalan alternatif Sarangan, Cemorosewu, Plaosan, Magetan hingga perbatasan Cemorokandang, Karanganyar Jawa Tengah, bila malam hari rawan kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas).

Pasalnya, fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) banyak yang mati, sehingga jalan di lereng Gunung Lawu itu menjadi gelap.

"Saya sudah sampaikan kepada instansi terkait, agar PJU di sepanjang jalan, mulai Ngerong, Desa Dadi, Plaosan sampai perbatasan Cemorosewu, Ngancar, Plaosan, dengan Cemorokandang, Karanganyar, Jawa Tengah, yang mati, segera dibenahi. Ini menjalan arus mudik dan balik Lebaran,"kata Kasat Lantas Polres Magetan AKP Himmawan, kepada Tribunjatim.com, Selasa (30/4).

Berbulan-Bulan Atap SDN Unggulan Magetan Ambrol, Para Siswa Takut Kejatuhan

Polres Magetan Perketat Pengamanan di Sejumlah Tempat yang Rawan

Kakek dari Magetan Ini Meninggal Saat Diturunkan dari Bus di Jalan Tol Jombang-Mojokerto

Tidak hanya dibenahi, lanjut Himmawan, titik titik rawan, seperti di tikungan Mojosemi, atas Mojosemi Park ditambah PJU baru, kalau perlu sebelum dan sesudah masuk tikungan tajam itu.

"Titik rawan tikungan Mojosemi itu ada beberapa titik PJU mati semua, mulai yang lampu bertenaga solar cell, lampu anti kabut SON-T (mercuri) dan lampun LED.

Saya pernah tanya baru akan dibenahi Juni 2019 mendatang, jadi waktu padat arus mudik dan balik, kondisi jalan itu masih gelap,"katanya, seraya mengatakan, apa fasilitas PJU ini tidak ada anggaran pemeliharaan, dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Dikatakan AKP Himmawan, permintaan perbaikan dan penambahan fasilitas PJU di kawasan wisata dan jalur alternatif Jawa Timur dengan Jawa Tengah itu sudah dilakukan sebanyak tiga kali, dan terakhir disepakati Dinas Perhubungan, DPU PR Kabupaten Magetan, Pemprov dan PLN akan direalisasikan Juni 2019.

"Daripada membangun monumen monumen Kecelakaan Lalu Lintas, lebih bermanfaat dan berguna menambah PJU di sejumlah titik rawan Laka Lantas. Sebenarnya kalau yang ada sekarang diperbaiki, peneliharaannya dilakukan rutin, tidak gelap gelap amat. Kasihan masyarakat pengguna jalan,"kata Kasat Lantas Himmawan.

Kepala Bidang PJU DPU PR Kabupaten Magetan Suroto, menyebutkan dari ratusan PJU yang dipasang Pemkab Magetan lewat DPU PR hampir 90 persen menggunakan lampu LED, sedang 10 persennya nenggunakan SON -T lampu kabut atau populer di sebut lampu mercuri.

"Itu jalan Pemprov, tapi karena masuk wilayah Kabupaten Magetan, kami menambah sejumlah lampu LED hemat listrik dan lampu SON-T untuk titik titik yang berkabut tebal, atau khusus. Sedang lampu yang bertenaga solar cell (matahari) milik Pemprov, juga pemeliharaannya,"kata Kabid PJU Suroto, Selasa (30/4).

Tapi, lanjut Suroto, untuk pemeliharaan PJU milik Pemprov bukan kewenangan DPU PR Kabupaten Magetan, sudah dilimpahkan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Magetan.

"Kita hanya bertanggungjawab pada PJU milik DPU PT Magetan, mulai Jalan Pahlawan, kota Magetan sampai Cemorosewu, sebanyak 361 titik PJU, dengan 90 persen lampu LED dan 10 persen lampu SON -T atau mercuri, dengan mendapat anggaran PJU untuk pemeliharaan, include pemasangan jaringan baru sebesar Rp 1, 6 miliar setahun,"jelas Suroto.

Sementara Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Magetan Sungkono, mengelak kalau pemeliharaan PJU milik Pemprov yang mayoritas menggunakan lampu solar cell (tenaga matahari) itu di instansinya.

"Rencana besuk PJU Pemprov itu dilimpahkan ke Dishub, termasuk tenaga pemeliharaan, tapi sekarang ini pelimpahannya masih di DPU PR Kabupaten Magetan. Ini surat perintah dari Pemprov ada,"tandas Sungkono.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved