Fitriyani Bukri, Wanita Asal Indonesia yang Sukses Bekerja di Alibaba dan Idolakan Jack Ma
Hal itu kemudian menjadikan Alibaba sebagai sebuah perusahaan yang paling banyak dicari oleh para pelamar kerja di negara tersebut.
Penulis: Januar AS | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, HANGZHOU - Alibaba Group merupakan sebuah perusahaan raksasa asal China.
Hal itu kemudian menjadikan Alibaba sebagai sebuah perusahaan yang paling banyak dicari oleh para pelamar kerja di negara tersebut.
Bahkan, para pencari kerja dari negara lain, termasuk juga Indonesia juga tertarik untuk bekerja di Alibaba.
Saat ini, ada satu orang wanita asal Indonesia yang bekerja di perusahaan tersebut.
Satu di antaranya adalah Fitriyani Bukri.
• 7 Calon Pengganti Wali Kota Risma di Pilwali Surabaya 2020, Presiden Persebaya hingga Politisi PSI
Wanita lajang usia 36 tahun asal Makassar tersebut anak dari pasangan Haji Bukri dan Hajah Syamsuri.
Banyak mendapat inspirasi dari kedua orang tuanya, Fitri yang menamatkan kuliah S1 jurusan Sastra Perancis di Universitas Hassaanudin, Makassar, membuktikan bahwa Kartini milenial Indonesia bisa berkiprah di kancah global, di sebuah perusahaan yang paling banyak diminati para pencari kerja.
“Saya yakin bahwa bersama Alibaba merupakan pilihan tepat, sekaligus menantang, setidaknya karena dua hal. Pertama, Alibaba merupakan salah satu perusahaan teknologi yang terkemuka di dunia, perusahaan yang sangat berpengaruh dan diidamkan para pencari kerja di Tiongkok,” ujar Fitri saat ditemui di Hangzhou, China, Jumat (10/5/2019) lalu.
“Kedua, saya sangat mengagumi dan terinspirasi oleh sosok Jack Ma dan perjalanan Alibaba, yang seperti kisah seribu satu malam tentang Alibaba yang menyerukan ‘Open Sesame’ untuk membuka pintu gua yang berisi harta karun – adalah perusahaan yang membuka begitu banyak kesempatan ekonomi bagi wong cilik, perempuan, dan pebisnis di Tiongkok bahkan dunia. Saya percaya dengan menjadi bagian dari Alibaba, saya tidak hanya bekerja, tapi memberikan kontribusi positif,” lanjut Fitri.
Kisah Fitri bermula dari bangku kuliah semester V di Universitas Hasanudin. Ketika itu, ia mendapat tawaran untuk belajar bahasa Mandarin di Xiamen University, Tiongkok. Tawaran yang tidak serta merta ia terima.
“Tawaran pertama datang pada saat saya masih kuliah sambil bekerja. Karena padatnya jadwal sehari-hari, saya terpaksa menolak tawaran tersebut. Tawaran demi tawaran berikutnya juga saya tolak, hingga ketika di tahap terakhir kemudian menerima tawaran tersebut.” ungkap Fitri.
Berbekal kecakapan Bahasa Mandarin, usai menamatkan S1nya di Universitas Hasanudin dan menggenggam diploma Bahasa Mandarin dari Xiamen University, Fitri memasuki dunia kerja.
Sebelum ke Alibaba, Fitri bekerja untuk dua perusahaan multinasional, yakni sebagai senior process executive di P&G, juga channel specialist group di Cisco.
“Awalnya saya ingin tantangan baru, juga suasana baru setelah 4 tahun bekerja di perusahaan sebelumnya. Mendengar banyak cerita tentang betapa besarnya tantangan bekerja di Alibaba, saya berpikir bahwa inilah tantangan yang selama ini saya cari. Sejalan dengan semakin pentingnya Indonesia bagi Alibaba, maka kesempatan pun terbuka bagi saya," ucapnya.
Fitri mengungkapkan awal karirnya di Alibaba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/fitriyani-bukri-wanita-asal-indonesia-yang-bekerja-di-alibaba.jpg)