Fitriyani Bukri, Wanita Asal Indonesia yang Sukses Bekerja di Alibaba dan Idolakan Jack Ma

Hal itu kemudian menjadikan Alibaba sebagai sebuah perusahaan yang paling banyak dicari oleh para pelamar kerja di negara tersebut.

Tayang:
Penulis: Januar AS | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/ JANUAR ADI SAGITA
Fitriyani Bukri, wanita asal Indonesia yang bekerja di Alibaba 

Perjalanan ‘menembus’ Alibaba pun tidak mudah.

Setelah memasukan resume, Fitri dihubungi pihak human resources (HR) Alibaba seminggu kemudian untuk wawancara. Ini pun tak hanya sekali, namun ada tiga tahapan wawancara pus satu tes tertulis.

Di wawancara pertama, Fitri harus meyakinkan pihak HR, setelah lolos, dia dipertemukan dengan team leader di posisi dia akan ditempatkan, berlanjut ke tes tertulis di kantor Alibaba dan setelah lolos, dilanjutkan wawancara dengan direktur Alibaba.

“Alhamdulillah, saya diterima,” kenangnya.

Sebetulnya, Fitri tak punya pengalaman maupun latar belakang di e-commerce. Untuk itu, sebelum melamar ke Alibaba, Fitri sengaja menimba ilmu tentang e-commerce kepada teman-temannya yang sudah masuk ke dunia ini terlebih dahulu. “Aku belajar kurang lebih selama dua minggu, sebelum memasukan lamaran,” ujarnya.

Jadilah Fitri memulai karirnya di AliExpress sejak tahun 2014. Awalnya ia menjadi Lead AliExpress Service Strategy, kemudian pindah ke team Customer Experience Transformation, sebelum ke posisinya sekarang sebagai Brand and Social Media Specialist AliExpress. Aktivitas kesehariannya melakukan analisis brand equity melalui media sosial. Kerja kerasnya berbuah penghargaan di tahun 2017. Fitri menerima dua penghargaan sekaligus dari Alibaba Group sebagai the best motivator skala Service Department dan skala Business Unit AliExpress.

“Modal saya untuk menekuni pekerjaan tersebut adalah keahlian social media, kemampuan multi bahasa (Indonesia, Inggris, dan Mandarin), juga pelajaran budaya yang saya timba di beberapa negara sangat membantu dalam membaca pattern user behavior. Karena posisi awal saya terkait langsung dengan pasar di Indonesia, maka sosok saya sebagai orang asli Indonesia juga menjadi faktor yang penting,” ungkap Fitri. “Untuk dapat bersama Alibaba Group, kita harus memiliki keunikan, determinasi, dan kesesuaian dengan kultur serta nilai- nilai perusahaan.”

Selain itu, diperlukan daya juang dan adaptasi tinggi untuk bisa berkarir di sebuah perusahaan raksasa dan hidup di negeri asing, terutama karena budaya kerja dan budaya sosial yang jelas-jelas berbeda.

“Saya bisa bilang bahwa Alibaba merupakan perusahaan yang sangat unik. Pertama budaya kerjanya, kami memanggil teman sekantor dengan nama tong xue, yang artinya teman sekelas. Hal ini karena kami percaya bahwa setiap hari, kami menimba ilmu atau belajar, seperti di kelas. Kedua, salah satu nilai yang diterapkan adalah “Embrace Change”, artinya kita harus selalu siap menghadapi segala macam perubahan dan disetiap perubahan, kita belajar untuk beradaptasi dan berprestasi,” lanjut Fitri.

Ketika diminta menggambarkan dengan satu kalimat pendek, bagaimana rasanya bekerja di Alibaba Group, Fitri menjawab, “sangat intense, tapi sangat menyenangkan,” ujarnya. Sebabnya, di Kantor Pusat Alibaba Group, karyawan diberi berbagai fasilitas penunjang, salah satunya gymnasium yang menjadi tempat favorit Fitri. “Setiap hari kita sibuk bekerja, menggunaka laptop dan peralatan lainnya, terlalu banyak waktu dihabiskan untuk duduk di depan layar. Agar stamina dan kesehatan tubuh tetap terpelihara, saya bersama teman- teman lain, menghabiskan paling tidak 3 kali dalam seminggu, masing-masing 45 menit, untuk melalukan cardio.”

Menurut Fitri, hal yang paling membuatnya bangga bekerja di Alibaba Group adalah inovasi teknologi yang dihasilkan Alibaba. Menurutnya, teknologi yang bagi sebagian besar negara - negara lain masih berupa wacana atau rencana, sudah mampu diwujudkan di Alibaba. Mulai dari hotel robotik, hingga penghematan waktu 50 persen bagi ambulan dan pemadam kebakaran untuk tiba di lokasi kejadian berkat city brain berbasis komputasi awan. “Sangat membanggakan bisa melihat tiap rekor yang diciptakan Alibaba pada setiap 11.11 Global Shopping Festival (sebelumnya dikenal dengan nama Singles Day), juga melihat Alibaba mempromosikan sejumlah merek kebanggaan Indonesia di event tersebut,” ungkap Fitri.

Fitri sendiri bersama para pegawai asing lainnya, pernah diundang untuk bertemu dengan pendiri Alibaba Group, Jack Ma.

“Secara khusus beliau mengundang kami untuk bertemu dan sekedar berbincang tentang bagaimana kami sebagai pegawai asing dapat beradaptasi dengan kultur bangsa Tiongkok dan kultur Alibaba. Selain itu beliau juga berharap agar kami dapat menjadi pionir untuk membantu tim lokal mengenal lebih jauh mengenai cara pandang/berpikir rekan kerja yang berasal dari negara lain,” ujar Fitri yang senantiasa merindukan keindahan alam, ragam budaya, dan kuliner Indonesia. “Terutama minuman teh dalam kemasan karton dan jajanan khas Makassar seperti coto, mie titi, konro bakar, pallubasa, lumpia, serta aneka kue tradisional,” pungkasnya.
Perempuan yang juga mahir berbahasa Perancis ini tidak hanya sukses di dunia kerja, namun juga produktif untuk urusan hobi. Di luar jam kerja, Fitri belajar hip-hop serta tekun mendalami keterampilan make-up. Bahkan, ia sering traveling ke Korea untuk mendalami dua hobi tersebut. Baginya, traveling untuk melihat hal yang berbeda serta mencoba hal-hal baru adalah kunci untuk terus memotifasi diri agar sukses di karir dan kehidupan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved