Pilpres 2019

Bawaslu Tolak Laporan Dugaan Pelanggaran Administrasi Pemilu, Dian Islami Serahkan ke Tim Hukum BPN

Seusai ditolak Bawaslu terkait laporan dugaan pelanggaran administrasi Pemilu, Dian Islami Fatwa rencananya akan memberikan bukti ke Tim Hukum BPN

Bawaslu Tolak Laporan Dugaan Pelanggaran Administrasi Pemilu, Dian Islami Serahkan ke Tim Hukum BPN
(KOMPAS.com/Haryantipuspasari)
Dian Islami Fatwa 

TRIBUNJATIM.COM - Dian Islami Fatwa yang dikenal sebagai Sekretaris Jenderal Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menganggap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu RI) menikapi laporan dugaan pelanggaran administrasi Pemilu terkait kesalahan input Sistem Informasi Pemghitungan Suara (Situng) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sangat prosedural.

"Mereka (Bawaslu) menghitungnya melalui hari kalender, sementara saya menghitungnya perhari kerja. Mestinya Bawaslu dalam hal ini tidak melihat hal yang sangat prosedural, mestinya memberikan kesempatan kepada kami untuk membuktikan bahwa situng KPU ini tidak kredibel," kata Dian saat ditemui di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Senin (27/5/2019).

4 Fakta Mustofa Nahrawardaya Ditahan Hingga Menambah Daftar Nama Pendukung Prabowo Terjerat Hukum

Dilansir dari Kompas.com, Dian Islami Fatwa menjelaskan bahwa pokok laporan yang sebelumnya diajukan BPN terkait Situng pada Selasa (14/5/2019), Bawaslu hanya memerintahkan KPU untuk memperbaiki Situng.

"Yang kami ajukan adalah kami menginginkan adanya audit forensik terhadap Situng KPU karena di situ kita akan melihat di mana sebetulnya kesalahan," ujarnya.

Bahkan Dian Islami Fatwa menuturkan bahwa pihaknya telah membawa barang bukti sebanyak 7 kontainer untuk mengupas kesalahan data yang masuk ke Situng KPU.

Kendati Bawaslu tidak menindaklanjuti laporan, maka pihaknya akan menyerahkan barang bukti ke Tim Hukum BPN Prabowo-Sandiaga.

Mustofa Nahrawardaya Kini Ditahan dan Ditetapkan Sebagai Tersangka Ujaran Kebencian

"Kami menyerahkan bukti-bukti ini kepada tim hukum BPN untuk dilanjutkan kasusnya ini ke MK," pungkasnya

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melaporkan dugaan pelanggaran administrasi Pemilu soal kesalahan input data Sistem informasi Penghitungan Suara (Situng) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Namun sejauh ini, laporan tersebut ditolak oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) lantaran laporan yang diajukan pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tidak memenuhi persyaratan materiil dan dinilai sama dengan putusan Bawaslu terhadap laporan BPN sebelumnya yaitu tanggal 14 Mei 2019.

Diketahui, pelapor dugaan kecurangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah Dian Islami Fatwa yang merupakan Sekretaris Jenderal Relawan IT BPN Prabowo-Sandiaga dengan laporan bernomor registrasi Nomor 009/LP/PP/ADM/RI/00.00/V/2019.

"Menyatakan laporan dugaan pelanggaran administratif Pemilu tidak dapat diterima," kata Ketua Majelis Abhan, dalam sidang putusan pendahuluan, di Kantor Bawaslu RI, Senin (27/5/2019).

Cerita Ismail, Pedagang yang Warungnya Dibakar Massa Aksi 22 Mei, Sebut Bangga Bisa Bertemu Jokowi

Halaman
12
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Adi Sasono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved