Pilpres 2019

Prediksi Mahfud MD Soal Kondisi Negara Pasca MK Putuskan Hasil Sengketa Pilpres, Singgung Soal Demo

Inilah prediksi Mahfud MD soal keadaan negara seusai Mahkamah Konstitusi putuskan sengketa Pilpres 2019

Prediksi Mahfud MD Soal Kondisi Negara Pasca MK Putuskan Hasil Sengketa Pilpres, Singgung Soal Demo
TribunMedan.com/Danil Siregar
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD. 

TRIBUNJATIM.COM - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) sekaligus Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK), Mahfud MD membeberakan analisa yang akan terjadi pada Jumat, 28 Juni 2019 terkait putusan MK di sengketa Pilpres 2019.

Dengan adanya gugatan sengketa Pilpres 2019 dari pihak Prabowo-Sandiaga, lantas Mahfud MD pun mengingat hal yang sama yang pernah terjadi dalam Pilpres 2009 kala dirinya menjabat sebagai Ketua MK.

Dikutip Tribun Wow.com dari tayangan metrotvnews pada Sabtu (25/5/2019), Mahfud MD menjelaskan bahwa keadaan saat itu sama.

Kala itu, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga dituding berlaku curang dalam Pilpres 2019 dan hal tersebut membuat paslon lainnya mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Ini Deretan Link Berita Bukti BPN Prabowo-Sandi untuk Melapor, Disebut Tak Punya Kekuatan Hukum?

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan proses rekonsiliasi antara kubu 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga optimis akan terjadi.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan proses rekonsiliasi antara kubu 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga optimis akan terjadi. ((Capture Metro TV))

"Saya punya pengalaman, tahun 2009 itu sama Mahkamah Konstitusi itu dituding sebagai Mahkamah Kalkulator, dituding sudah diatur oleh presiden SBY waktu itu," ujar Mahfud.

Mahfud MD menyebut saat itu juga banyak aksi unjuk rasa.

"Seminggu sebelum putusan MK, itu demo setiap hari, tapi kita jalan saja, kemudian kita ingat tanggal 12 Agustus tahun 2009, jam 4 sore saya mengetok palu, bahwa sesudah memeriksa dengan seksama kami memutuskan bahwa Pak SBY tetap menang, itu jam 4 sore," ujar Mahfud MD.

Pun Mahfud MD menjelaskan sikap paslon lain saat itu ada Ketua Umum Partai PDIP, Megawati Soekarno Putri dan dari Partai Golkar, Jusuf Kalla-Wiranto.

"Jam setengah 5 Bu Megawati dengan sikap kenegarawannya bilang dari kediamannya 'ami menerima keputusan ini, karena itu sudah keputusan hukum'."

"Pada waktu yang bersamaan Pak Jusuf Kalla waktu itu yang berpasangan dengan Wiranto juga menyatakan menerima, akhirnya saat itu juga ketegangan mereda, dan besoknya situasi negara ini berjalan normal, itu tanggal 15 Agustus tahun 2009," ujar Mahfud.

Halaman
1234
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved