Juru Pemelihara Cagar Budaya di Jatim Dapat Tunjangan Bulanan dari Pemprov Jawa Timur

240 orang pemelihara situs cagar budaya di Jawa Timur dihadirkan langsung di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur untuk menerima langsung

Juru Pemelihara Cagar Budaya di Jatim Dapat Tunjangan Bulanan dari Pemprov Jawa Timur
SURYA.co.id/Sri Handi Lestari/Dok. Kuncar Prasetyo
Plakat BCB Rumah Jalan Mawar 10 - 12. Rumah ini merupakan rumah radio Bung Tomo yang masuk kawasan cagar budaya Surabaya 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Para juru pemelihara cagar budaya di Jawa Timur kini bisa mulai merasakan kesejahteraan. Pasalnya, mereka kini mendapatkan tunjangan bulanan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Para penjaga makam dan juga situs yang berstatus cagar budaya di Jawa Timur mendapatkan tunjangan sebesar Rp 350.000 per orang per bulan. Tunjangan ini masuk dalam realisasi program Jatim Harmoni yang digagas oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Hari ini, Selasa (11/6/2019), sebanyak 240 orang pemelihara situs cagar budaya di Jawa Timur dihadirkan langsung di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur untuk menerima langsung tunjangan bulanan yang diserahkan langsung oleh Gubernur Khofifah.

"Ini bagian dari janji kampanye kami. Kami, saya dan Pak Emil, sepakat menyiapkan format Jatim Harmoni, yang di antaranya adalah situs-situs bersejarah di Jawa Timur itu harus dijaga, dan para penjaganya mendapatkan tunjangan dari APBD Pemprov Jawa Timur," kata Khofifah usai menyerahkan simbolis tunjangan bulanan untuk para juru pemelihara cagar budaya kepada Tribunjatim.com.

Menurut Khofifah hal tersebut penting agar sejarah yang dimiliki Jawa Timur terus bisa terjaga dan bisa tersampaikan pada anak cucu dan generasi mendatang. Sehingga para penjaga situs cagar budaya tersebut layak jika diberikan tunjangan bulanan.

Sebelum Viral, Pedagang Viral Rujak Cingur Rp 60 Ribu Mengaku Habiskan 10 Kg Cingur Tiap Hari

Mau Liburan ke Jogja? KAI Beri Promo Tiket KA Sancaka Relasi Surabaya-Yogyakarta, Jangan Kehabisan!

Kiai, Polri, TNI dan Warga Kerja Bakti Bersihkan Polsek Tambelangan Pasca Dibakar Massa

Tidak hanya itu, ke depan Disbudpar Jawa Timur dikatakan Gubernur Khofifah harus lebih kreatif dan inovatif dalam rangka menjaga dan melestarikan situs cagar budaya yang dimiliki Jawa Timur.

"Saya ingin agar ada peningkatakan digital IT. Hari ini kalau kita ke museum, situs di Jawa Timur begitu banyak, siapa yang akan menjadi guide. Tapi kalau kita siapkan format augmented reality yang bisa dinikmati anak-anak, maka informasi titik-titik pembangunan peradaban manusia di Jawa Timur, penyebaran agama Islam itu bisa tersampaikan dengan cara yang menarik," kata Khofifah kepada Tribunjatim.com.

Termasuk bahwa ada proses kulturatif saat Walisongo menyebarkan agama Islam di Jawa Timur dengan menggunakan pendekatan budaya bukan pedang dan perang, menurutnya juga butuh menjadi bahan sejarah yang harus disampaikan pada generasi muda Jawa Timur.

Dari para penerima tunjangan bulanan tersebut, ada penjaga makam Sunan Drajat, penjaga situs budaya di Situbondo, dan juga penjaga situs Keraton di Sumenep. Mereka berkesempatan berdialog langsung dengan Khofifah dan menyampaikan testimoninya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Jawa Timur Sinarto mengatakan tunjangan tersebut sudah dialokasikan langsung dalam APBD Provinsi Jawa Timur. Yang diberikan sebagai tunjangan bulanan bagi mereka yang menjadi juru pemelihara situs cagar budaya di Jawa Timur.

"Yang kita serahkan ada sebanyk 240 orang juru pemelihara situs cagar budaya. Mereka mendapatkan tunjangan Rp 350 ribu, per bulan per orang," ucapnya. (Fatimatuz zahroh/Tribunjatim)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved