Musim Kering Datang Lebih Awal, Petani Magetan Merugi Sampai 13 Miliar

Ratusan hektar tanaman padi di sejumlah wilayah di Kabupaten Magetan mengalami "puso" (tidak menghasilkan) akibat kekurangan air.

Musim Kering Datang Lebih Awal, Petani Magetan Merugi Sampai 13 Miliar
Surya/Doni Prasetyo
Musim kemarau yang datang lebih awal, membuat tanaman padi dibeberapa wilayah di Kabupaten Magetan mati, karena kekurangan air. Sementara waduk yang ada tidak berfungsi dengan baik, lantaran pintu airnya rusak. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Ratusan hektar tanaman padi di sejumlah wilayah di Kabupaten Magetan mengalami "puso" (tidak menghasilkan) akibat kekurangan air.

Akibatnya, petani di lereng Gunung Lawu ini mengalami kerugian mencapai belasan miliar rupiah.

"Musim kemarau datang lebih awal, 30 hari atau satu bulan. Padahal, ini fase awal musim tanam padi,"kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPH - PKP ) Kabupaten Magetan Edy Suseno

Edy Suseno melanjutkan, daerah Magetan Selatan juga ada kerusakkan pintu air di Waduk Gonggang. Hal ini juga yang membuat ratusan hektar tanaman padi di wilayah ini tidak bisa teraliri air.

(Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar Gagal Dipakai Untuk Lebaran, Terkendala Pembebasan Lahan & Banjir)

"Kita sudah sosialisasi kepada petani agar mengasuransikan tanaman padinya, namun hanya sekitar 5500 Hektar tanaman padi yang diasuransikan, sisanya belum," ucap Edy kepada Surya, Selasa (11/6/2019).

"Bahkan ada dua desa, Baron dan Purwoasri, Kecamatan Magetan menolak ikut mengasuransikan tanaman padinya," tambahnya.

Menurut Edy Suseno, luasan tanah persawahan yang ditanami padi di seluruh wilayah Kabupaten Magetan sebanyak 22.500 hektar, tapi di musim kemarau 1 ini yang ditanami padi sekitar 21.000 hektar.

"Laporan per Selasa 11 Juni 2019 ini, tanaman padi yang mengalami puso mencapai 167 hektar se Kabupaten Magetan termasuk di Magetan Selatan dan Utara,"ujar Edy Suseno.

Dikatakan Edy Suseno, dari luasan tanaman padi yang puso akibat musim kemarau yang sekitar satu bulan ini, kerugian petani di Kabupaten Magetan mencapai sekitar Rp 13 miliar.

(Angka Bencana Mei 2019 Menurun 50 Persen, BPBD Kota Malang Imbau Masyarakat Waspadai Musim Kemarau)

"Tapi ini kan tanaman padi masih memasuki fase awal tanam, sekitar satu atau dua bulan, kan masih bisa diupayakan pertumbuhannya. Jadi belum bisa disebut rugi,"katanya.

Edy Suseno sudah berdiskusi dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Magetan serta Bupati Magetan, untuk menambah terus sumur dalam di daerah yang memungkinkan.

Diharapkan juga ada pembangunan sejumlah embung.

"Kedepan kita akan terus mengebor untuk menbuat sumur sumur dalam dan membangun embung embung, terutama di wilayah Magetan Selatan. Mudah mudahan, akibat musim kekeringan ini bisa diantisipasi,'tandas Edy.(tyo).

Reporter: Surya - Doni Prasetyo

(Mudik Lebaran 2019 Kali Ini Sudah Memasuki Musim Kemarau, Perhatikan Imbauan dari BMKG Juanda)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved