Jaksa Kejari Gresik Buru Penerima Dana Hasil Pemotongan Insentif Pegawai BPPKAD

Jaksa penuntut umum akan menelusuri aliran dana pemotongan insentif pegawai Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik.

Jaksa Kejari Gresik Buru Penerima Dana Hasil Pemotongan Insentif Pegawai BPPKAD
Surya/Sugiyono
Terdakwa Mukhtar (Baju batik) menyapa saksi usai sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya, kasus OTT Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik Kamis (20/6/2019).  

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Jaksa penuntut umum akan menelusuri aliran dana pemotongan insentif pegawai Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik.

fakta dipersidangan menunjukkan, uang hasil pemotongan insentif pegawai ini digunakan 'bancaan'para pejabat Pemkab Gresik hingga DPRD Gresik.

Petugas sebelumnya menggeledah Kantor BPPKAD Kabupaten Gresik dan menemukan berkas anggaran operasional Bupati di meja terdakwa M Mukhtar, sekali sekretaris dan Plt Kepala BPPKAD.

Ada tiga saksi yang memberikan keterangan yakni Kepala Bagian Organisasi Dan Tatalaksana Malahatul, Fardah; Kepala Bagian Keuangan, Abdul Madjid; dan Kepala Subbagian anggaran dan pertanggungjawaban Sekretariat Kabuaten Gresik Saidah.

(Aspidsus Kejati Jatim Akui Keterangan Ketua DPRD Armuji Bantu Penyidik Soal Kasus Dugaan Korupsi YKP)

Ketiganya menyebutkan bahwa diduga ada jasa kurir sekpri Bupati dan terdakwa Mukhtar dari pencairan dana operasional Bupati.

"Kita akan menghadirkan saksi tambahan yang mulai," kata Thesar Yudi Prasetya, bersama tim jaksa Pidsus Kejari Gresik, Jumat (21/6/2019).

Permohonan jaksa untuk menghadirkan saksi tambahan itu disetujui oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya yaitu Dede Suryaman.

Dalam persidangan sebelumnya, para saksi menyebutkan bahwa diduga ada aliran dana ke beberapa pejabat Pemkab Gresik.

Mulai dari asisten bupati, badan kepegawaian, bagian hukum, almarhum Ketua DPRD Gresik dan sampai ke ajudan Bupati dan wakil Bupati.

(Wali Kota Surabaya Risma Penuhi Panggilan Kejati jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi YKP dan PT YEKAPE)

Oleh karena itu, Kasi Pidsus Kejari Gresik Andrie Dwi S, mengatakan bahwa tim akan berjalan dengan melihat hasil fakta-fakta persidangan. "Sesuai fakta persidangan saja ya," kata Andrie.

Pada OTT di BPPKAD Kabupaten Gresik, tim pidana Khusus Kejari Gresik pada Januari 2019 peniyidik telah menemukan uang sebesar Rp 531,623 juta dalam brangkas.

Sekretaris sekaligus Plt Kepala BPPKAD Mukhtar, ditetapkan sebagai tersangka tunggal

Ternyata uang tersebut hasil pemotongan dana insentif dari masing-masing pegawai BPPKAD.

Reporter: Surya/Sugiyono.

(Datangi Kejati Jatim, Armuji, Ketua DPRD Surabaya Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi YKP)

Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved