PPDB SMA Ditutup, Gubernur Khofifah Minta Maaf Tak Semua Pendaftar Diterima di SMAN

Proses pendaftaran PPDB jenjang SMA SMK Negeri di Jawa Timur sudah ditutup kemarin. Hasil perangkingan untuk PPDB SMA SMK Negeri diumumkan di website

PPDB SMA Ditutup, Gubernur Khofifah Minta Maaf Tak Semua Pendaftar Diterima di SMAN
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang diwawancarai di ICBC center, Sabtu (22/6/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Proses pendaftaran PPDB SMA/SMK Negeri di Jawa Timur sudah ditutup tepat tengah malam kemarin.

Hari ini, Sabtu (22/6/2019), sekitar pukul 08.30 WIB, Hasil perangkingan untuk PPDB SMA/SMK Negeri langsung diumumkan di website resmi PPDB Jawa Timur.

Setelah menuai protes dan keluhan dari banyak calon wali murid akibat penerapan sistem zonasi sesuai dengan Permendikbud 51 Tahun 2018, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap semua pihak legowo.

Secara khusus Gubernur Khofifah bahkan meminta maaf pada seluruh pendaftar yang harus berakhir gagal tidak bisa diterima di SMA Negeri akibat sistem zonasi.

(ppdbjatim.net - Cek Pemeringkatan PPDB SMA/SMK Negeri di Surabaya, Hasil Diumumkan Pukul 09.00 WIB)

Khofifah menegaskan bahwa pihaknya sudah berupaya membuat banyak diskresi dari aturan Permendikbud 51 Tahun 2018 yang membuat PPDB di Jawa Timur lebih longgar daripada aturan yang seharusnya.

"Sebagai pimpinan di Provinsi Jawa Timur, saya memohon maaf, jikalau tidak semua bisa diterima (ke Sekolah Negeri). Bahwa kita ada dalam lingkup regulasi Permendikbud No 51 Tahun 2018 yang mengatur sistem PPDB," kata Khofifah saat diwawancara di ICBC Surabaya, Sabtu (22/6/2019).

Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini menjelaskan bahwa pihaknya sudah membuat keputusan agar PPDB tahun ini menggunakan sistem murni seratus persen menggunakan nilai UN.

Hasil keputusan itu pun dibawa ke pemerintah pusat dan mempertemukan Khofifah dengan Mendikbud.

"Saya sendiri bertemu dengan Mendikbud. Tapi beliau menegaskan bahwa 'Bu Gubernur, kita punya regulasi Permendikbud 51 Tahun 2018'. Artinya saya ingin sampaikan bahwa proses panjang sudah kita lalui," tegas Khofifah. Terutama dalam memperjuangkan agar nilai UN bisa dipresiasi lebih dalam PPDB.

(Pagu Tambahan Sistem Zonasi PPDB 2019 Diperuntukkan Peraih NUN Tinggi, Ini Respons Sekolah)

Saat ini yang terjadi di masyarakat, calon wali murid, calon murid sudah terbiasa menjadikan referensi perangkingan menggunakan prestasi UN.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved