Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

3 Mahasiswa Unesa Ciptakan Aplikasi Kesehatan Check-Ap, Kenali Gejala Penyakit dari Face Recognition

3 Mahasiswa Unesa Ciptakan Aplikasi Kesehatan Check-Ap, Kenali Gejala Penyakit dari Face Recognition.

Penulis: Aqwamit Torik | Editor: Sudarma Adi
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
tiga mahasiswa Unesa pencipta aplikasi Check Ap 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memberikan kontribusi di dunia kesehatan, melalui prototipe aplikasi kesehatan yang diberi nama Check-Ap.

Aplikasi hasil buatan tiga mahasiswa Enggarbela Ogi Intan Pratiwi, Abdul Khamid dan Fitria Hidayanti ini, diyakini akan bisa menanggulangi masalah kesehatan pada anak.

Zumrotul Rizky Amalia Mahasiswa Ilkom Unesa, Kembangkan Potensi Diri Melalui Relasi dan Berlatih

Selebriti Posting Cuplikan Film Aladdin di Medsos, Pengamat HAKI Unesa Sebut Termasuk Pelanggaran

Jelang Akhir UTBK, Unesa Tekankan Penerimaan Prodi Seni dan Prodi Olahraga Tetap Wajibkan Portofolio

Aplikasi ini bekerja melalui pemeriksaan cepat terhadap kesehatan anak, yang berbasis mobile, serta menggunakan fitur face detector.

Aplikasi itu berhasil diciptakan melalui bimbingan Dosen Teknik Informatika, Salamun Rohman, yang dilatarbelakangi karena orang tua kurang awas mengenai gejala penyakit dari anak.

"Mereka ingin memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut dengan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini," terang Wakil Dekan Bidang Kemahasiswan Fakultas Teknik Unesa, Dedy Rahman Prehanto di Surabaya, Minggu (23/6/2019).

Dedy menjelaskan, aplikasi basis mobile yang bisa digunakan dimana saja ini dapat memindai wajah anak melalui face recognition, sehingga aplikasi akan bisa mendeteksi gejala melalui lidah, mata dan suhu tubuh.

Diharapkan bisa mengurangi resiko kematian pada anak, yang meningkat setiap tahunnya.

Terkait aplikasi serta prestasi yang diukir mahasiswanya, Dedy mengungkapkan mahasiswa saat ini tak cukup hanya mengandalkan IPK yang tinggi, namun karakter serta kecerdasan juga diperlukan.

"Kecerdasan emosional dan spiritual serta karakter berbudi pekerti yang lubur juga menjadi hal yang sangat penting untuk di era yang serba digital dan serba cepat ini," tuntasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved