Rumah Politik Jatim

Maju Pilwali Surabaya 2020 dari Jalur Independen, M Sholeh : Kalau Lewat Parpol Ruwet

Maju Pilwali Surabaya 2020 dari Jalur Independen, M Sholeh : Kalau Lewat Parpol Ruwet.

Maju Pilwali Surabaya 2020 dari Jalur Independen, M Sholeh : Kalau Lewat Parpol Ruwet
TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
pengacara M Sholeh maju dalam Pilwali Surabaya 2020 dari jalur independen. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pilih maju Pilwali Surabaya jalur independen, M Sholeh tak mau jadi korban 'patgulipat' partai politik.

M Sholeh seorang pengacara kawakan, turut meramaikan bursa pencalonan Pilwali Surabaya 2020 mendatang.

Ia yang mendeklarasikan diri sebagai calon independen, mengaku sengaja melakukan deklarasi lebih awal kendati Pilwali Surabaya masih akan digelar tahun 2020 mendatang.

La Nyalla Academia Dukung Kader dan Simpatisan M Sholeh, Maju di Bursa Pilwali Surabaya 2020

M Sholeh Bakal Maju di Pilwali Surabaya 2010 Lewat Jalur Independent

6 Kader PDIP yang Bisa Gantikan Wali Kota Risma di Pilwali Surabaya, Cucu Soekarno Ikut Bertarung

"berbeda dengan partai politik, selalu kalo mau menentukan calon itu last minutes, menjelang penutupan pendaftaran barulah dia menentukan calonnya si A si B. Kalo independen tidak bisa begitu," ujarnya saat ditemui usai gelar deklarasi, Kamis (4/7/2019) di Surabaya, Jawa Timur.

Sampai saat ini, ia mengaku masih tercatat sebagai wakil ketua umum Gerindra Jatim, namun ia memilih maju sebagai calon independen.

Menurutnya, maju lewat partai politik urusannya lebih rumit, karena berpotensi terjadi patgulipat di dalam pencalonan untuk bertarung dalam hajat demokrasi lima tahunan itu.

"biasanya kalau sudah Last minutes baru terjadi patgulipat di situ dan saya tidak mau sejak awal sosialisasi bla bla ternyata kalah di dalam permainan patgulipat itu lebih baik calon independen kita tata mulai awal dukungan dari masyarakat," jelasnya.

Selain itu, ia mengaku tak mempersoalkan jikalau ia terpilih sebagai Wali Kota dengan tanpa dukungan rekan politik di parlemen.

Karena, secara pengalaman ia mengaku telah banyak melakukan advokasi tanpa kenal takut melawan beberapa penguasa kendati ia bukan tokoh maupun dari kalangan keluarga pejabat.

"meskipun nanti jadi Wali Kota kalau kebijakannya tidak didukung oleh DPR nggak ada masalah, yang penting rakyat tahu kita ini. dengan semakin tidak didukung semakin bagus dan itu adalah pengalamannya Bu Risma. Tapi lebih baik meskipun dari calon independen tetep hubungannya harmonis, harmonis itu bukan kongkalikong tapi karena memang kebijakannya bagus sehingga didukung oleh dewan," katanya.

Diketahui, bursa calon pengganti Wali Kota Risma untuk mengisi kursi nomor satu di Surabaya kian memanas.

Kendati kontestasi Pilwali Surabaya masih akan digelar 2020 mendatang, banyak nama sedang menjadi perbincangan hangat dianggap sosok yang tepat menggantikan Risma yang sudah dua periode berkantor di Pemkot Surabaya, sebagai Wali Kota.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved