Memasuki Musim Kemarau Harga Bahan Pokok di Kabupaten Gresik Terpantau Merangkak Naik, Simak!

Sejumlah harga bahan pokok di Kabupaten Gresik mulai merangkak naik. Hal ini dikarenakan ketersediaan barang terbatas memasuki musim kemarau.

Memasuki Musim Kemarau Harga Bahan Pokok di Kabupaten Gresik Terpantau Merangkak Naik, Simak!
SURYA.CO.ID/WILLY ABRAHAM
Harga bahan pokok di Kabupaten Gresik mulai merangkak naik, Minggu (7/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sejumlah harga bahan pokok di Kabupaten Gresik mulai merangkak naik. Hal ini dikarenakan ketersediaan barang terbatas memasuki musim kemarau.

Dari catatan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag (Diskoperindag) Gresik mencatat harga cabai rawit tembus hingga Rp 49 ribu perkilogram.

Kenaikan harga salah satunya disebabkan ketersediaan terbatas dan tingginya permintaan barang.

Ditinggal Salat Subuh di Masjid, Mobil Warga Gresik Raib di Garasi, Congkel Jendela Ambil Kunci

Kepala Diskoperindag Kabupaten Gresik Agus Budiyono membenarkan jika harga cabai rawet di pasar sangat tinggi. Terpantau harga cabai mengalami kenaikan sejak Jum’at (5/7) kemarin.

Harga cabai rawit yang sebelumnya seharga Rp 19 ribu naik menjadi Rp 49 ribu perkilogram. Kemudian cabai besar naik menjadi 54 ribu dari dari harga sebelumnya Rp 38 ribu.

"Kenaikan cabai memang paling tinggi," ujarnya, Minggu (7/7/2019).

Menurut Agus, kenaikan harga disebabkan oleh psikologis pasar yang mana permintaan meningkat tidak sebanding dengan ketersediaan barang.

Empat Nama Muncul dan Bakal Bersaing di Konfercab PDIP Gresik, Inilah Sosoknya

Musim kemarau, juga memiliki peran dalam naiknya bahan pokok khususnya cabai. Pasalnya musim kemarau membuat petani cabai kekurabgan suplai air dan menyebabkan petani gagal panen.

“Karena Cabai kebutuhan airnya sangat tinggi, kalau musim kemarau petani banyak yang gagal panen,” katabdia.

Beberapa harga bahan pokok yang turun yaitu, gula pasir dari Rp 11.857 menjadi Rp. 11.500, beras dari Rp 10.700 menjadi Rp 10.500 kemudian Harga bawang merah yang sebelumnya Rp 30 ribu turun menjadi Rp 27 ribu perkilogram. Lalu bawang putih sebelumnya Rp 33 ribu turun menjadi Rp 30 ribu perkilogram.

Agus meminta kepada pedagang maupun pemasok agar pandai mengatasi kebutuhan. Hal itu agar ketersediaan barang tidak mengalami kelangkaan.

"Karena permintaan tinggi barang terbatas harganya jadi naik," tutupnya. 

Penulis: Willy Abraham
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved