Hari Ketiga, Pencarian Nelayang Hilang di Perairan Gresik Diperluas, Tim SAR Kerahkan Helikopter

Upaya pencarian terhadap Ajib (65), yang hilang di perairan Gresik, terus diperluas, pencarian diintensifkan dengan pemantauan melalui udara

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
PENCARIAN NELAYAN HILANG - Helikopter melakukan pencarian nelayan hilang di perairan Gresik, Selasa, (5/5/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Pencarian korban diperluas dengan pemantauan udara menggunakan helikopter.
  • Area pencarian mencakup hingga 16 mil laut persegi.
  • Tim SAR gabungan menghadapi kendala jalur pelayaran padat kapal.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Upaya pencarian terhadap Ajib (65), yang hilang di perairan Gresik, terus diperluas. 

Memasuki hari ketiga operasi, upaya pencarian diintensifkan dengan pemantauan melalui udara, Selasa, (5/5/2026). 

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, memimpin langsung pemantauan udara ini. Ia didampingi Kepala Seksi Operasi, Didit Arie R., dalam penerbangan menggunakan helikopter BASARNAS jenis Dauphin AS365 N3+ HR 3601.

Helikopter lepas landas dari Skuadron 400 Wing Udara II Juanda, pada pukul 10.08 WIB, menuju ke area pencarian di atas perairan Gresik.

Nanang menjelaskan, pemantauan udara pada hari ketiga operasi mencakup area seluas sekitar 16 nautical mile square.

Baca juga: Ngerinya Angin Puting Beliung di Dekat Jembatan Suramadu, Berpacu di Belakang Perahu Nelayan

Penyisiran Laut oleh Tim SAR

Pemantauan udara ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pencarian dan membantu mengidentifikasi kemungkinan keberadaan korban di permukaan laut.

“Pemantauan udara menjadi bagian penting dalam mendukung operasi SAR, terutama untuk menjangkau area yang lebih luas dan memantau kondisi di lapangan secara menyeluruh,” ujar Nanang dalam rilis yang diterima Tribun Network.

Selain pemantauan dari udara, pencarian juga dilakukan melalui jalur laut oleh tim SAR gabungan.

Pencarian di laut dilakukan oleh dua SRU yang masing-masing menyisir area yang berbeda sesuai peta pencarian (SAR Map).

Baca juga: Tabrak Truk di Gresik dari Arah Berlawanan, Pemotor Asal Lamongan Tewas Seketika di Tempat

SRU laut satu melakukan penyisiran di area seluas sekitar 3,85 mil laut. Sementara itu, SRU laut kedua menyisir area seluas kurang lebih 1,84 mil laut.

Pencarian melibatkan perahu karet serta kapal milik Ditpolairud Polda Jawa Timur.

Chandra Kriatyawan selaku Komandan Tim Rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya yang bertugas, mengatakan bahwa kendala yang dihadapi tim SAR gabungan, yaitu area pencarian yang berada di alur pelayaran barat Surabaya. Sehingga mereka harus berhati-hati karena banyak melintas kapal-kapal di alur tersebut.

Libatkan Nelayan dan Masyarakat

Dalam operasi SAR ini, tim SAR gabungan juga menyebarluaskan informasi kepada nelayan dan kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

Upaya ini dilakukan guna memperluas jangkauan informasi apabila terdapat pihak yang melihat tanda-tanda keberadaan korban.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Surabaya, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Satpolairud Polres Gresik, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Gresik, SAR MTA, SAR Pangkah, SAR SU, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Madas Gresik, Pos Kamladu Gresik, serta nelayan setempat.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved