Kantor Imigrasi Malang Harus Molor Layani Bikin Paspor Hingga 7 Hari, Sebut Alami Kendala di Simkim

Kantor Imigrasi Malang Harus Molor Layani Bikin Paspor Hingga 7 Hari, Sebut Alami Kendala di Simkim.

Kantor Imigrasi Malang Harus Molor Layani Bikin Paspor Hingga 7 Hari, Sebut Alami Kendala di Simkim
SURYA/BENNI INDO
Suasana pelayanan di kantor Imigrasi Kelas I Malang, Selasa (9/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Ribuan pemohon paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Malang, Jawa Timur, harus bersabar mendapatkan paspor. Pemohon bahkan harus menunggu hingga minimal tujuh hari setelah pembayaran.

Padahal, biasanya hanya sampai tiga atau empat hari saja paspor bisa diambil setelah pembayaran.

Kasi Teknologi Informasi Kantor Imigrasi Kelas I Malang Hanifa Aryani menjelaskan, ada kendala teknis yang terjadi di pusat. Akibatnya, seluruh kantor imigrasi di seluruh Indonesia juga mengalami kendala.

Pura-pura Salat, Pria dari Malang Ambil Uang Kotak Amal di Musala di Batu, Kepergok & Dihajar Warga

Puncak Kemarau Diprediksi Agustus, Warga Kota Malang Diimbau Hemat Air

Pelantikan Anggota DPRD Kota Malang yang Baru Dianggarkan Rp 300 Juta

"Di pusat sedang ada penyempuranaan sistem informasi manajemen teknologi keimigrasian (Simkim) yang tadinya versi satu disempurnakan versi dua. Dari peralihan ini, ada peralihan data. Jadi ya itu, mengalami kendala di penyelesaian paspor," ujar Hanifah, Selasa (9/7/2019).

Dipaparkan Hanifah, petugas pun harus kerja lembur untuk menyelsaikan paspor. Kendala ini telah terjadi sejak tanggal 11 Juni 2019.

"Solusinya lembur menyelesaikan paspor. Sudah merasakan mulai tanggal 11 Juni," ujarnya.

Hanifah mengatakan, pihaknya tetap berupaya memberikan pelayanam terbaik kepada pemohon. Dalam sehari, ada 200 pemohon dari Malang yang datang ke Kantor Imigrasi Kelas I Malang.

"Kami berupaya memberi pelayanan terbaik, sementara kami juga menjalankan kebijakkan pusat. Kami sudah tahu memang benar itu, untuk keterlambatan sampai sekarang masih terjadi," katanya.

Hanifah juga tak menampik kalau ribuan pemohon mengalami kendala. Namun begitu, secara bergelombang ada pemohon yang pelayananannya bisa diselesaikan.

"Ya masuk akal kalau numpuk 1000 ya, masuk akal. Sebetulnya kalau paspornya ada, ini hanya kendala teknis di bagian program," jelasnya.

Hanifah menambahkan, kendala teknis yang terjadi saat ini telah disampaikan kepada pemohon, baik saat mengurus paspor maupun lewat sosial media.

Tidak banyak yang bisa dilakukan Kantor Imigrasi Kelas I Malang, selain menunggu. Hanifah juga mengatakan wajar ada sejumlah pemohon yang marah-marah akibat keterlambatan ini.

"Ya banyak yang marah-marah. Pemohon marah itu wajar karena kami punya SOP, tiga hari selesai. Kami hanya bisa menunggu dari pusat karena semua sistem terpusat," tegasnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved