Talkshow Intoleransi di Sekitar Kita UKWM, 'Orang Intoleran Insecure Lihat Orang Beragama Lain'

Pembicara Talkshow 'Intoleransi di Sekitar Kita' Universitas Katholik Widya Mandala sebut Intoleransi berasal dari perasaan 'Paling Benar Sendiri'

Talkshow Intoleransi di Sekitar Kita UKWM, 'Orang Intoleran Insecure Lihat Orang Beragama Lain'
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT THORIQ
Talkshow 'Intoleransi di Sekitar' Kita digelar di UWKM Surabaya, Sabtu (13/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Melihat banyaknya intoleransi yang terjadi di sekitar umat beragama, menjadi bahasan utama di Talkshow 'Intoleransi di Sekitar Kita' digelar di Universitas Katholik WIdya Mandala Surabaya, Sabtu (13/7/2019).

Acara itu dihadiri oleh Gus Aan Anshori dari Gusdurian, Indah Kurnia selaku politisi senior, Dhimas Anugrah selaku intelektual dan politisi muda dan RD Eko Budi S selaku pemuka agama dan Vikjen Keuskupan Surabaya.

Di Talkshow ini, Gus Aan Anshori mengatakan, ada cara menjaga NKRI untuk langgeng. yang paling mudah adalah toleransi dengan umat beragama dari agama lain.

"Semakin kita sering bergaul dengan orang agama lain di situlah kadar intoleransi akan turun," ujar Gus Aan, Sabtu (13/7/2019).

(Ratusan Orang Geruduk Polres Pasuruan Manfaatkan Toleransi Urus SIM Pasca Libur Lebaran)

Gus Aan juga mengajak semua peserta agar ikut berperan dalam memerangi intoleransi.

Dhimas Anugrah yang selaku intelektual muda mengatakan, intoleransi berakar pada seseorang yang merasa paling benar sendiri.

Menurut Dhimas, orang semacam ini akan merasa 'insecure' jika melihat ada orang yang memeluk agama lain. Efeknya dia akan memaksa orang beragam lain untuk memeluk agama yang ia peluk.

"Indonesia saat ini sedang dalam krisis toleransi, hal tersebut akan melahirkan intoleransi dan akan merusak keharmonisan bahkan persekusi atau penganiayaan," ungkap Dhimas yang digadang masuk di Bursa Pilwali Surabaya 2020.

Menurutnya, solusi pengentasan intoleransi ada pada pendidikan yang harus mengutamakan budaya toleransi.

(Bersama Lintas Agama, Istri Gus Dur Sinta Nuriyah Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan dan Toleransi)

Sementara itu, Indah Kurnia mengisahkan, dirinya melihat toleransi di Indonesia masih ada, karena dirinya tak pernah merasakan diskriminasi.

"Yang terpenting bagaimana rakyat Indonesia merangkai semua perbedaan menjadi satu, dan ini akan menjadi baik-baik saja," jelasnya.

Diptya Anindita DN selaku Wakil Ketua DPD Teman Jokowi Jatim mengatakan kalau intoleransi bukan hanya soal agama.

"Intoleransi tidak selalu berdasarkan agama, ini tidak selalu melulu tentang agama, tapi soal hubungan sosial," pungkasnya.

(Tangkal Isu SARA, GP Ansor Jatim Kampanyekan Toleransi dan Lawan Hoaks Lewat Film Bumi Itu Bulat)

Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved