Bupati Situbondo Dadang Wigiarto Ingatkan CJH Perbaiki Niat Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto berpesan kepada ratusan Calon Jemaah Haji (CJH) agar memperbaiki niatnya sebelum berangkat ke Tanah Suci Mekkah

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto Ingatkan CJH Perbaiki Niat Sebelum Berangkat ke Tanah Suci
izihartono/surya
Bupati Dadang Wigiarto saat memberikan tumpeng kepada JCH tertua saat acara pelepasan ratusan JCH di Pendopo Kabupaten Situbondo. 

TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto berpesan kepada ratusan Calon Jemaah Haji (CJH) agar memperbaiki niatnya sebelum berangkat ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah.

Pesan orang nomor satu di lingkungan Pemkab Situbondo tersebut, disampaikan saat acara pembekalan dan pelepasan Calon Jemaah Haji (CJH) di Pendopo Kabupaten Situbondo.

"Karena dengan niat akan menentukan kualitas ibadah haji para jemaah calon haji. Tapi kalau niatnya hanya ingin mendapat panggilan pak haji, segera temui kiai atau guru sebelum berangkat, untuk membantu memperbaiki niat kita," kata Bupati dalam sambutannya.

Untuk bekal berangkat haji, Bupati optimis para jemaah calon haji sudah mempersiapkan secara maksimal, mulai dari amalan-amalan seperti membaca Al-Quran, silaturrahim, hingga yang mempersiapkan fisik yang kuat dan memantapkan ruhani.

"Mepersiapkan fisik adalah ikhtiar dan mempersiapkan ruhani adalah kebutuhan, kalau dua-duanya kita siapkan maka insya Allah haji kita akan mabrur," kata Bupati Dadang Wigiarto yang diiringi ucapan Amin ratusan calonn jamaah haji.

Tania Nadira Segera Menikah, Foto Undangan Pernikahannya yang Mewah dengan Aksen Emas Curi Perhatian

Nahas, Tukang Potong Kayu di Tulungagung Ini Meninggal Terjatuh Dari Pohon Belimbing

Diler Motor Asal Itali Boyongan ke Sidoarjo, Piaggio Buka Diler di Waru

Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi, juga berpesan dalam sambutannya. Yoyok meminta kepada jemaah calon haji agar menjaga nama baik Negara Indonesia, saat berinteraksi dengan jemaah haji dari berbagai belahan dunia.

"Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di Tanah Suci saat kita menjalankan ibadah haji. Oleh karenanya, bersabar lah saat berinteraksi dengan masyarakat lainnya, terlebih yang berasal dari luar Indonesia," terangnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Situbondo, Misbakhul Munir, menyatakan bahwasanya jemaah calon haji sebanyak 656 sudah diberi bekal yang cukup, dan telah melakukan praktik manasik haji massal pada 10 Juli 2019 di Stadion Muhammad Shaleh.

"Kita sudah memberikan bimbingan haji kepada jemaah calon haji, mulai dari berangkat dari rumah, sampai ke Tanah Suci hingga pulang dari Tanah Suci. Pembekalan ini diharapkan agar mereka menjadi haji mandiri," katanya kepada Tribunjatim.com.

Mereka dibagi menjadi dua kloter, yaitu kloter 42 sebanyak 445 jemaah dan kloter 43 sebanyak 211 jemaah. Kloter 42 merupakan jemaah asal Situbondo, sedangkan kloter 43 berkumpul dengan jemaah calon haji dari Jember dan Sidoarjo.

"Beda kloter tapi berangkat dari Embarkasi Surabaya menuju Tanah Suci bersamaan, pada tanggal 20 Juli 2019," ujarnya.

Setiap kloter akan didampingi oleh satu orang petugas dari Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pemandu Ibadah Haji (TPIH) dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

"Untuk Tim Kesehatan Haji Indonesia ini, setiap kloter akan didampingi satu dokter dan dua perawat," pungkasnya. (Surya/izi hartono)
/Tribunjatim.com)

Penulis: Izi Hartono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved