Kebakaran Hutan Gunung Panderman, Tim Kesulitan Padamkan Api karena Lereng Terjal dan Bebatuan

Tim gabungan pemadaman kebakaran hutan Gunung Panderman kesulitan saat memadamkan api.

Kebakaran Hutan Gunung Panderman, Tim Kesulitan Padamkan Api karena Lereng Terjal dan Bebatuan
ISTIMEWA
Pemadaman yang dilakukan tim BPBD dan tim gabungan di hutan gunung Panderman, Senin (22/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Tim gabungan pemadaman kebakaran hutan Gunung Panderman kesulitan saat memadamkan api.

Hal itu dikarenakan lereng terjal dan juga bebatuan. Salah satu tim gabungan pemadaman, Bambang Hariyanto mengatakan peralatan yang dibawa hanya bisa untuk membuat sekat bakar.

"Selain itu kami juga mengutamakan keselamatan tim kami. Metode yang digunakan semak-semak di babat selebar 2 meter memanjang pada lokasi yang terbakar," kata Bambang, saat beristirahat dari memadamkan api di jurang 80 derajat, Senin (22/7/2019).

Tim yang tengah makan di lahan hutan gunung Panderman seusai dipadamkan, Senin (22/7/2019).
Tim yang tengah makan di lahan hutan gunung Panderman seusai dipadamkan, Senin (22/7/2019). (ISTIMEWA)

Tangkal Radikalisme di Malang, Polisi Gandeng Mantan Teroris Bom Bali - Dijanjikan 70 bidadari

Apabila Tak Serahkan LHKPN ke KPK, KPU Kota Malang Bakal Tunda Pelantikan Anggota DPRD Terpilih

Beruntung di titik-titik yang ditempuh masih ada sinyal, sehingga tim gabungan masih bisa berkomunikasi. Serta melaporkan apa saja yang terjadi.

Bahkan ada foto-foto tim yang makan di tengah-tengah hutan seusai dipadamkan. Tampak dalam foto itu satu tim makan nasi bungkus. Salah satu tim itu tengah beristirahat setelah memadamkan api.

Kejadian ini juga tidak membuat pemkot Batu tinggal diam. Pemkot Batu berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara untuk meminta bantuan menggunakan hujan buatan.

Sekretaris Daerah Batu, Zadiem Efisien mengatakan tidak lupa juga mengirim logistik untuk tim gabungan yang memadamkan api.

"Ada 300 orang dari berbagai tim yang terjun untuk memadamkan api. Ya kami sudah berkoordinasi, jika sampai sore tak juga padam maka kami meminta bantuan ke TNI AU," kata Zadiem.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved