Pemkab Gresik Beli Lahan untuk Jalan dan Parkir Islamic Center Senilai Rp 16 M

Proyek pusat pengembangan Islam atau Islamic Center yang dianggarkan sebesar Rp 19 milyar dalam APBD Gresik tahun 2019, sudah mulai di lelang

Pemkab Gresik Beli Lahan untuk Jalan dan Parkir Islamic Center Senilai Rp 16 M
istimewa
Lokasi Islamic Center yang berada di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang. 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Proyek pusat pengembangan Islam atau Islamic Center yang dianggarkan sebesar Rp 19 milyar dalam APBD Gresik tahun 2019, sudah mulai di lelang dalam layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Pemkab Gresik. Namun masih memiliki kekurangan dalam hal akses.

Islamic Center yang berada di wilayah Gresik selatan, tepatnya di Desa Kedungpring Kecamatan Balongpangang belum memiliki akses jalan maupun lahan parkir.

Oleh sebab itu, Pemkab Gresik dalam perubahan APBD (P-APBD) Gresik tahun 2019 mengajukan anggaran sebesar Rp 16 milyar untuk pembebasan lahan seluas 2 hektar yang rencananya digunakan sebagai lahan parkir dan akses jalan masuk.

“Dalam rapat badan anggaran (Banggar DPRD Gresik) dan tim anggaran (Timang Pemkab Gresik) memang membahas rencana belanja langsung untuk pengadaan lahan itu,”ungkap Anggota Banggar, Mujid Riduan, Selasa (30/7/2019).

Politisi PDIP ini menambahkan, Banggar sepakat untuk segera melakukan pengadaan lahan karena dikhawatirkan harga tanah akan semakin mahal.

“Karena itu kami setujui. Daripada bangunan Islamic Center sudah jadi tetapi tidak ada akses jalan masuk dan lahan parkirnya," tegas Mujid.

Gara-gara Gelapkan Uang Perusahaan Rp 117 Juta, Sales Ban di Sidoarjo Ini Dituntut 2 Tahun Penjara

Penyebab Kematian Pria Asal Kediri yang Meninggal di Atas Pohon, Diduga Penyakit Jantungnya Kambuh

Jaksa Kejari Surabaya Tuntut PT TPS Bayar Denda Rp 14,6 M, Begini Kronologi Kasusnya

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Gresik, Asroin Widyana, membenarkan, bahwa ada pengajuan usulan anggaran pengadaan lahan parkir dan akses jalan untuk Islamic center itu.

“Nilainya sebesar Rp 16 milyar,” singkatnya kepada Tribunjatim.com.

Asroin mendesak Pemkab serius dalam pengadaan lahan untuk akses ke Islamic Center itu. Karena sisa waktu untuk penyerapan anggaran setelah diketok dalam P-APBD Gresik 2019, sangat terbatas.

“Harus dimanfaatkan secara maksimal dengan waktu yang tersisa," tandasya kepada Tribunjatim.com.

Sekadar informasi, pembangunan Islamic Center menggunakan sistem multiyears. Yakni penganggaran dilakukan dua kali tahun anggaran. Proyek tersebut bakal menelan anggaran sebesar Rp 35 milyar.

Direncanakan gedung yang bakal digunakan untuk kajian-kajian islam hingga pusat pengembangan Islam itu. bisa digunakan tahun 2021 nanti.

Islamic Center yang menempati lahan seluas 1,5 hektar itu statusnya tanah negara (TN).

Saat ini, lahan sudah mulai dilakukan pengurukan. Sebelumnya pembangunan Islamic Center itu memang mendapat penolakan dari kalangan dewan. Sebab, lokasi Islamic Center terlambat disampaikan dalam pembahasan awal anggaran. Namun, pada akhirnya tetap pengajuan tetap disetujui. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved