Salon Pak Nur, Dandani Sapi hingga Manicure dan Pedicure Supaya Hewan Tampil Cantik dan Sehat
Perawatan kuku, yang populer disebut manicure dan pedicure bukan hanya dilakukan pada manusia saja.
Penulis: David Yohanes | Editor: Melia Luthfi Husnika
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Perawatan kuku, yang populer disebut manicure dan pedicure bukan hanya dilakukan pada manusia saja.
Sapi pun wajib menjalani perawatan kuku, agar tampil cantik dan lebih sehat.
Seperti yang dilakukan oleh Nurohman (53) bersama dua anaknya dan menantunya, di Pasar Hewan Tulungagung.
• Lurah Desa Tulungrejo Ajak Masyarakat Jadikan Kota Batu sebagai Penghasil Bawang Putih
Dengan alat gergaji, arit, pahat dan kikir, Pak Nur, panggilan warga Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol ini, memoles sapi milik para pedagang.
Langkah pertama memotong kuku dengan pahat dan palu.
Harus ekstra hati-hati dan memahami karakter sapi, agar tidak ditendang hewan memamah biak ini.
"Harus punya tekat kuat dan tidak takut. Karena kalau kita ragu dan takut, sapinya jadi galak," ujar Pak Nur.
Kuku sapi yang panjang membuat sapi sulit berjalan dan pincang.
Usai dipotong dengan pahat, kuku dihaluskan dengan kikir.
Satu paket pahat depan dan belakang, Pak Nur mematok harga Rp 20.000.
• Rusunawa Mahasiswa yang Diresmikan Jokowi di STKIP PGRI Tulungagung Masih Banyak Kamar Kosong
Langkah selanjutnya merapikan tanduk. Tanduk yang panjang dipotong dengan gergaji.
Setelah itu tanduk dibentuk dengan pahat, hingga ketemu bentuk yang ideal.
Untuk sentuhan akhir, tanduk dihaluskan dengan kikir hingga mengkilap.
Setelah itu tanduk dibalur dengan kotoran sapi, agar terlihat lebih alami.
"Satu paket, perawatan kuku dan tanduk tarifnya Rp 40.000," ungkap Pak Nur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/anak-pak-nur-tengah-mendadani-tanduk-sapi-yang-disalonkan.jpg)