Kejari Tanjung Perak Targetkan Pemberkasan Dua Tersangka Kasus Korupsi Jasmas Rampung Dua Bulan

Rachmat Supriyadi menargetkan proses pemberkasan dua tersangka dugaan kasus korupsi Jasmas tahun 2016 rampung dalam dua bulan ke depan.

Kejari Tanjung Perak Targetkan Pemberkasan Dua Tersangka Kasus Korupsi Jasmas Rampung Dua Bulan
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Kepala Kejari Tanjung Perak, Surabaya Rachmat Supriyadi, Kamis (1/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, Surabaya, Rachmat Supriyadi menargetkan proses pemberkasan dua tersangka dugaan kasus korupsi Jasmas tahun 2016, Sugito dan Darmawan atau Aden akan rampung dalam dua bulan ke depan. 

"Target kita maksimal dua bulan sudah langsung limpah lah," terangnya, Kamis, (1/7/2019).

Dikatakan Rachmat, target tersebut lebih cepat bila dibandingkan dengan proses penyidikan kasus serupa yang menjerat Agus Setiawan Jong.

Jaksa Kejari Surabaya Tuntut PT TPS Bayar Denda Rp 14,6 M, Begini Kronologi Kasusnya

Kajari menyampaikan, itu dikarenakan jumlah saksi yang diperiksa untuk kedua tersangka, lebih sedikit. Yakni, pejabat Ketua RT maupun RW yang hanya ada pada asal daerah pemilihan kedua tersangka.

"Mungkin RT nya hanya seberapa, tidak sampai 50 RT untuk satu tersangka," lanjutnya.

Sugito merupakan anggota DPRD Kota Surabaya periode 2014 - 2019. Ia berangkat dari Partai Hanura. Sementara Aden Darmawan, juga terpilih sebagai anggota DPRD Kota Surabaya periode 2014 - 2019 melalui Partai Gerindra.

Soal saksi yang diperiksa,  pihaknya tidak hanya memeriksa para Ketua RT dan Ketua RW di setiap Dapil tersangka. Melainkan juga memeriksa sejumlah pejabat pemerintahan yang menurutnya berkaitan erat dalam sistem penganggaran Dana Jasmas tersebut.

"Dari Bappeko ada (yang diperiksa), terus dari Kabag Pemerintahan juga," katanya.

Berkas Kasus Basis Boomerang Hubert Henry Limaheru Telah Lengkap, Kejari Tunggu Penyerahan Tersangka

Sebelumnya pihak kejaksaan telah menahan Agus Setiawan Jong terkait kasus dugaan korupsi proyek Jasmas 2016, dengan total kerugian hingga Rp5 miliar.

Modus yang dilakukan tersangka dengan cara mengkoordinir 230 ketua RT yang ada di Surabaya untuk mengajukan proposal pengadaan tenda, kursi dan soundsystem.

Oleh tersangka, proposal itu diajukan ke anggota dewan untuk disetujui. Dana pengadaan itu diambil dari dana Jasmas. Oleh tersangka, harga barang tersebut dimark up hingga Rp5 miliar.

Pada Kamis (27/6/2019) lalu, penyidik Pidsus Kejari Tanjung Perak kembali melakukan penahanan terhadap anggota DPRD Surabaya, Sugito dan Aden Darmawan. Kedua politisi itu, diduga menerima aliran dana program Jasmas.

Selain Sugito, dan Dharmawan ada tiga anggota DPRD lainnya yang juga pernah di periksa oleh penyidik kejaksaan.

Diantaranya adalah, Ratih Retnowati politisi dari Partai Demokrat, anggota DPRD Surabaya dari Partai Amanat Nasional (PAN) Syaiful Aidy, serta anggota Komisi B DPRD Surabaya Dini Rijanti.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved