Gara-gara Kambing Etawa, Dua Pejabat di Bangkalan Jadi Tahanan Kejaksaan, Begini Rinciannya

Program pengadaan kambing etawa di tahun 2017 akibatkan dua pejabat di Bangkalan kenakan rompi tahanan pada Jumat (2/8/2019).

Gara-gara Kambing Etawa, Dua Pejabat di Bangkalan Jadi Tahanan Kejaksaan, Begini Rinciannya
SURYA/AHMAD FAISOL
Mantan Kepala Dinas PMD atau Kepala Dishub Bangkalan Mulyanto Dahlan berseragam dinas dan menggunakan rompi berwarna oranye masih tersenyum lebar kendati berada dalam mobil tahanan Kejari Bangkalan, Jumat (2/8/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Program pengadaan kambing etawa di tahun 2017 akibatkan dua pejabat di Bangkalan kenakan rompi tahanan pada Jumat (2/8/2019).

Keduanya yakni Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samsul Arifin, dan mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bangkalan Mulyanto Dahlan.

Keduanya ditetapkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bangkalan sebagai tersangka atas dugaan kasus tindak pidana korupsi pengadaan etawa senilai Rp 9 miliar.

Namun, penetapan tersangka terhadap Mulyanto atas kasus tindak pidana korupsi saat dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

(Agus Tjong Divonis 6 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Jasmas Surabaya 2016 Senilai Rp 5 M)

Kepala Kejari Kabupaten Bangkalan Badrut Tamam mengungkapkan, keduanya terbukti melakukan korupsi terkait bantuan keuangan untuk pengembangan BUMDes pengadaan kambing etawa 2017.

"Atas nama Mulyanto Dahlan mantan Kepala PMD dan Samsul Arifin.Kepala BPKAD," ungkap Badrut Tamam di hadapan awak media.

Samsul dan Mulyanto tiba di Kantor Kejari Bangkalan pada pukul 09.00 WIB.

Mereka memenuhi panggilan kejari sebagai saksi atas kasus yang merugikan uang negara senilai Rp 9 miliar.

Ia menjelaskan, penetapan status tersangka terhadap Samsul dan Mulyanto didasarkan atas sejumlah alat bukti dan keterangan dari beberapa saksi yang telah dihadirkan kejari.

"Total lost (kerugian negara) Rp 9 miliar," jelasnya.

(Ada Permintaan Pilkades Sembayat Ditunda Terkait Eks Napi Korupsi, DPMD Gresik Pilih Tunggu Kajian)

Pemeriksaan terhadap kedua pejabat teras itu berlangsung sekitar satu jam.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved