Tantang Anak-anak Dekor Donat ala Hutan, Ciputra World Mall Ajak Latihan Motorik

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melatih motorik anak sambil belajar. Satu caranya Ciputra World Mall Surabaya Mall hari ini, Jumat, (2/8/2019).

Tantang Anak-anak Dekor Donat ala Hutan, Ciputra World Mall Ajak Latihan Motorik
SURYA/HABIBUR ROHMAN
Ciputra World Surabaya Mall kembali menggelar Kids Fashion Arcade 2019 pada Jumat (2/9/2019). Peserta diajak mendekorasi donat jadi hutan ajaib 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melatih motorik anak sambil belajar. Satu caranya Ciputra World Mall Surabaya Mall hari ini, Jumat (2/8/2019).

Ciputra World Mall Surabaya mengadakan lomba mendekorasi kue donat, sebagai salah satu rangkaian acara Kids Fashion Arcade 2019.

"Kebetulan putri saya memang suka menggambar dan mewarnai. Nah ini saya sengaja ikutkan lomba dekorasi kue, biar dia main warna pakai medium lain, yaitu meses," ujar Felicia, ibunda dari Cheryl (7) satu peserta lomba tersebut.

Pasalnya, para peserta memang disediai donat, kacang, dan meses beragam warna dalam perlombaan tersebut.

(Ciputra World Surabaya Mall Tantang Anak-anak Hias Donat Dengan Nuansa Hutan)

Senada dengan Felicia, orangtua dari Quinn Richelle (4), yaitu Sheren berpendapat, lomba tersebut dapat membantu anak melatih motoriknya.

Latihan motorik bisa didapat melalui gerakan mengambil meses dari toples, menaburkan meses, atau menancapkan dekorasi kue di atas donat.

Kue donat yang telah dihias oleh anak-anak selanjutnya dinilai untuk mementukan juara tiga besar. Yonatan Imanuel, Manager Mister Donut Surabaya adalah salah satu yang bertindak sebagai juri.

"Penilaiannya dari rapi tidaknya hiasan kue, upaya, dan kreativitasnya saja. Upaya dan kreativitas dilihat dari apa saja elemen pendukung yang dibawa anak-anak untuk menghias kuenya sesuai tema ," papar Yonatan.

Dalam perlomban tersebut, Quinn mendapat juara tiga. Sementara juara pertamanya adalah Kavindra Raysia dan
Faijola Clairine.

(Bupati Jember Faida dan Desainer Anne Avantie Tabuh Perkusi Tandai Pembukaan Jember Fashion Carnaval)

Diceritakan Kavindra, ia mengubah kue donatnya menjadi hutan ajaib untuk para peri kecil. Untuk itu, di atas donatnya diberi peri-peri kecil yang terbuat dari kertas.

Untuk menguatkan suasana hutan, Kavindra pun menjadikan potongan batang pohon berbentuk lingkaran sebagai alas donatnya.

"Ide hiasan donat itu kami pikir berdua. Kavindra bilang suka peri, ya saya carikan bahan-bahannya," jelas Natasia, ibunda Kavindra.

Lingkaran berbahan kayu itu, imbuh Natasia, didapat dari sisa penebangan pohon tetangganya. Peri-peri kecil atau baby fairy itu dibuatnya secara mandiri dengan kertas karton.

(Banyuwangi Fashion Festival, Desainer Banyuwangi Angkat Budaya Daerah dalam Karyanya)

Penulis: Hefty Suud
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved