Isu Wali Kota Risma Maju ke Pilkada DKI 2022, Dhimas Anugrah Nilai 2 Sosok ini yang Pantas 'Nyalon'

Marco Kusumawijaya, anggota Tim Gubernur untuk Percepatan pembangunan (TGUPP) mengomentari mengenai masa depan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Isu Wali Kota Risma Maju ke Pilkada DKI 2022, Dhimas Anugrah Nilai 2 Sosok ini yang Pantas 'Nyalon'
ISTIMEWA/TRIBUN JATIM
Dhimas Anugrah nilai ada dua sosok yang pantas maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2022 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Marco Kusumawijaya, anggota Tim Gubernur untuk Percepatan pembangunan (TGUPP) mengomentari mengenai masa depan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Diketahui, Wali Kota Risma kini santer diisukan akan menjadi bagian pemerintahan provinsi DKI Jakarta.

Marco mengomentari hal tersebut melalui cuitan lewat akun Twitter pribadinya "Keren! Bagus banget buat Jakarta kalau Bu Risma mau jadi Kepala Dinas Persampahan. Dinas Lingkungan Hidup bisa dipecah menjadi salah satunya Dinas Persampahan. Semoga beliau mau kalau sudah lega dengan urusan anaknya," tulisnya.

Disindir Anggota TGUPP DKI Jakarta Marco Kusumawijaya, Risma: Saya Sudah Biasa Dikatain, Harus Sabar

Menanggapi hal itu, pihak Pemkot Surabaya juga menyayangkan adanya cuitan tersebut.

"Ya itu, kami sangat menyesalkan. Kami juga saat ini mengkaji," ujar Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser.

Bahkan jika ada unsur hukum, pihak Pemkot Surabaya mengaku akan berkoordinasi dengan bagian hukum Pemkot.

Menanggapi sikap Pemkot Surabaya, Dhimas Anugrah selaku pemerhati sosial melihat sikap tersebut adalah hal yang wajar.

"Pemkot mungkin menafsirkan cuitan anggota TGUPP itu sebagai sebuah 'argumentum ad hominem' atau sebuah upaya menyanggah dalil seseorang dengan menyerang pribadi orang yang menyatakan dalil tersebut," jelas Dhimas Anugrah yang juga selaku politisi muda dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Risma Tanggapi Cuitan Anggota TGUPP DKI Jakarta, Simak Reaksinya Saat Ditanyai Akan ke Langkah Hukum

Menurutnya, akan ada diskusi di ruang publik yang edukatif mengenai apakah Bu Risma pantas untuk mengelola persampahan DKI Jakarta.

"Sebuah tesis yang solid dilawan antitesis yang punya argumen solid juga, seperti ajaran Georg Hegel," ujar pemerhati yang studi di Oxford, Inggris tersebut.

Argumentum ad hominem, menurut Dhimas sering kali dipakai dalam perdebatan-perdebatan tanpa disadari.

Menurutnya, argumen yang dilontarkan adalah hal yang keliru.

Namun, soal wacana Tri Rismaharini yang diisukan maju di Pilkada DKI 2022, Dhimas ternyata sudah memprediksi hal itu sejak 2014 lalu.

Ia menyebut, sosok yang pantas untuk menggantikan gubernur Anies Besar dan adalah Tri Rismaharini dan Gubernur Jawa Barat saat ini, Ridwan Kamil.

"Bu Risma berhasil memimpin Surabaya. Pengakuan itu bukan hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Beliau menorehkan banyak prestasi dan penghargaan, jadi menurut saya beliau layak memimpin Jakarta, beliau bisa mengakomodir semua pihak tanpa memandang agama dan suku. Saya pikir beliau figur yang paling tepat memimpin Jakarta ke depan," ujar pemerhati sosial asli Surabaya itu.

Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved