Peringati HUT RI ke 74, Ibu-ibu PKK & Karang Taruna di Gresik Berjuang Kelola Sampah Jadi Pot Bunga

Tim kepedulian lingkungan Kelurahan Sidokumpul menggelar peringatan HUT RI ke 74 dengan kreasi memanfaatkan sampah menjadi barang yang berharga.

Peringati HUT RI ke 74, Ibu-ibu PKK & Karang Taruna di Gresik Berjuang Kelola Sampah Jadi Pot Bunga
SURYA/SUGIYONO
Ibu-ibu PKK dan Karang Taruna di Kelurahan Sidokumpul Kecamatan Gresik berjuang olah sampah jadi pot bunga yang unik dan menarik, Minggu (4/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Tim kepedulian lingkungan Kelurahan Sidokumpul menggelar peringatan HUT RI ke 74 dengan kreasi memanfaatkan sampah menjadi barang yang berharga.

Kreasi tersebut dilakukan dengan membuat pot bunga dari barang bekas. Kemudian disulap menjadi barang yang indah dilihat.

"Kreasi memanfaatkan limbah atau sampah ini sebagai perjuangan ibu-ibu jaman sekarang dalam merawat dan menjaga lingkungan," kata Ketua PKK Kelurahan Sidokumpul, Tatik Erawati, Minggu (4/8/2019).

Barang bekas yang menjadi sampah tersebut berupa botol dan kain. Kemudian dikreasi menjadi pot bunga yang indah.

Musim Kemarau, Warga di Gresik Mengeluh Sumur Sudah Mengering, Ada Sumur Bor Penyebabnya

Selama ini barang bekas dibuang sembarangan menjadi sampah yang menimbulkan limbah dan kerusakan lingkungan.

Dari pentingnya menjaga keberlangsungan lingkungan tersebut, anggota PKK dan karang taruna Kelurahan Sidokumpul digerakkan untuk mengelola sampah menjadi berkah.

"Kegiatan ini menjadi gerakan perjuangan ibu-ibu PKK dan karang taruna Kelurahan Sidokumpul dalam menjaga lingkungan. Ini salah satu perjuangan jaman sekarang," katanya.

Nama Mantan Ketua DPRD Gresik Muncul di Bursa Bakal Calon Bupati, Disebut RGS Punya Konsep Jelas

Sementara Ketua Karang Taruna 'Aktif' Kelurahan Sidokumpul Kecamatan Gresik mengatakan bahwa gerakan sosial peduli lingkungan ini perlu terur digerakkan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Sehingga, lingkungan dapat terjaga dan terpelihara bagi kelangsungan hidup manusia.

"Sistem daur ulang dari barang bekas dan sampah ini penting, agar lingkungan tidak penuh dengan sampah. Saatnya di HUT ke 74 Republik Indonesia ini kita tunjukkan kegiatan itu dalam bentuk lomba, agar masyarakat tergerak," kata Imam yang sudah membantu mengelola bank sampah bersama PKK.

Anak Calon Kepala Desa Terpilih di Gresik Pukuli Pendukung Rival Hingga Kepalanya Dijahit

Menurut Imam, saat ini ibu-ibu PKK dan anggota Karang Taruna sudah ada yang menjadikan sampah menjadi emas.

Dengan cara menabungkam hasil menjual sampahnya ke tabungan emas.

"Inilah memanfaatkan barang yang tidak dimanfaatkan menjadi pendapatan yang melimpah. Sebab, emas batangan tidak akan rugi," katanya. (Surya/Sugiyono)

Perairan Gresik Dilanda Cuaca Buruk, Kapal Tujuan Bawean Berhenti Beroperasi selama Empat Hari

Penulis: Sugiyono
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved