Terapkan Pola Tanam Tumpang Sari dan Tumpang Gilir, Petani di Kediri dan Blitar Raup Untung Ganda

Menerapkan pola tanam tumpang sari dan tumpang gilir, petani di Kediri dan Blitar raup untung berlipat.

Terapkan Pola Tanam Tumpang Sari dan Tumpang Gilir, Petani di Kediri dan Blitar Raup Untung Ganda
ISTIMEWA/TRIBUN JATIM
Pola Tanam Tumpang Sari Ala Petani Blitar 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jika biasanya satu lahan akan menghasilkan satu jenis komoditas, maka di Kediri Jawa Timur bisa menghasilkan tiga komoditas sekaligus, yakni jagung, cabai dan kacang tanah. Pola tanam ini disebut tumpang gilir.

"Sudah menjadi suatu kebiasaan para petani melakukan tumpang gilir karena banyak keuntungan," kata anggota Kelompok Tani Krayu, Sumarji asal Desa Tambak Rejo, Kecamatan Gurah, Kediri. Senin (5/8/2019).

Daerah lain juga bisa mengikuti pola tanam seperti ini.

Kecamatan Batu Kota Batu paling Banyak Punya Warga Tidak Bayar Pajak

Usia jagung 75 hari mulai tanam cabai dan 105 hari sudah ada cabai yang panen.

"Dengan pola tanam ini, mengurangi pestisida karena hama lebih rendah," jelasnya

Sementara di Blitar, petani melakukan tumpang sari jagung dengan cabai rawit.

"Dilakukannya hal itu karena jagung berfungsi sebagai naungan sehingga cabai tidak langsung terpapar matahari dan membantu mengatasi dampak kekeringan dan tahan terhadap penyakit," ujar Ketua Gapoktan Mangun Karso, Purnomo asal Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Blitar. 

Tiga Hari Jelang Kongres PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri Nyekar ke Makam Bung Karno di Blitar

Selain itu, lanjut Purnomo, keuntungan lain yang diperoleh adalah petani dapat memperoleh hasil dari tiga komoditas sekaligus.

Jagung masa tanam 75 hari, baru cabai ditanam. Ketika panen, lalu tanam kacang di cabai tahun.

Satu hamparan bisa dapat tiga komoditas sekaligus.

"Jadi petani dapat penghasilan terus tidak berhenti," tambah Purnomo

Para petani disini mengaku dengan pola tanam ini selain pemanfaatan secara maksimal, tanaman cabai relatif lebih terlindungi dari hama.

"Selain itu petani dapat memanen 2 atau 3 komoditas sekaligus. Apabila satu komoditas menurun produktivitasnya, tertutupi dengan hasil panen komoditas lainnya," paparnya

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved