Bahaya Membeli Ban Vulkanisir untuk Sepeda Motor, Harga Murah Namun Rentan Terjadi Kecelakaan

Pengelola tambal ban Ainun Jaya, Basuki mengatakan ada beberapa keuntungan dan kekurangan membeli ban vulkanisir.

Bahaya Membeli Ban Vulkanisir untuk Sepeda Motor, Harga Murah Namun Rentan Terjadi Kecelakaan
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Pengelola tambal ban Ainun Jaya, Basuki saat menunjukkan produk ban vulkanisir sepeda motor di tempatnya, Selasa (6/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Peringatan bagi pengendara roda dua yang tetap membeli ban vulkanisir

Pengelola tambal ban Ainun Jaya, Basuki mengatakan ada beberapa keuntungan dan kekurangan membeli ban vulkanisir.

"Keuntungan yang pertama adalah harganya jauh lebih murah daripada membeli ban baru yaitu mencapai 50 %. Serta yang kedua adalah ban tersebut nampak seperti ban produk baru karena memiliki kembangan ban yang tebal," ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa (6/8/2019).

Pemerintah Segera Mewajibkan SNI Bagi Produk Ban Vulkanisir, Pedagang Ban Vulkanisir Sambut Positif

Ia mengatakan meski begitu, ban vulkanisir memiliki kekurangan. Bahkan bisa dibilang cukup fatal.

"Bagian ban yang menempel ke pelek sepeda motor cenderung sudah getas dan kaku. Sehingga tak jarang ketika dipakai, bagian ban luar yang menempel ke pelek dapat mendadak lepas kemudian merusak ban dalam. Yang bahaya ketika dipakai mengebut dan tiba tiba seperti itu bisa dipastikan pengendara mengalami kecelakaan," terangnya.

Selain itu, usia pakai ban vulkanisir cenderung singkat. Yaitu hanya berusia 4 bulan saja.

Di tempat usahanya yang terletak di Jalan Brigjen Katamso Gedongan Masjid, Kecamatan Waru, Sidoarjo, ia mengaku menjual ban vulkanisir berikut ongkos pasangnya sekitar Rp. 80 ribu saja.

"Produknya didapatkan dari Malang. Biasanya ada sales datang untuk menawarkan," tambahnya.

Menjadi Korban Modus Investasi, PNS di Tulungagung ini Kehilangan Uang Rp 375 Juta

Dirinya menyarankan kepada konsumen agar lebih baik membeli ban baru saja. Meski harganya relatif mahal.

"Ya kalau mahal memang pasti mahal tapi demi keselamatan di jalan juga. Harganya tidak sebanding dengan keselamatan di jalan," pungkasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved