Penggilingan Daging di Magetan Banjir Pelanggan, Sehari Terima 4 Kuintal Daging

Hampir setiap Idul Adha, pedagang kuliner di Kabupaten Magetan, terutama yang menyediakan menu berbahang daging sapi, kambing dan ayam

Penggilingan Daging di Magetan Banjir Pelanggan, Sehari Terima 4 Kuintal Daging
Surya/ Doni Prasetyo
Kios penggilangan daging di Pasar Penampungan Pasar Baru Magetan, dipenuhi warga. Dari ratusan warga yang ngantri menggilingkan daging itu seluruhnya bukan pelanggan atau pedagang makanan seperti, bakso, sosis dan pentol seperti hari hari biasanya. 

 TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Hampir setiap Idul Adha, pedagang kuliner di Kabupaten Magetan, terutama yang menyediakan menu berbahang daging sapi, kambing dan ayam hampir seluruhnya tutup.

Namun, tutupnya usaha kuliner berbahan daging sapi, kambing dan ayam di Hari Idul Adha itu tidak menyurutkan rejeki pemilik usaha penggilingan daging yang setiap hari biasa menerima pekerjaan dari pengusaha kuliner itu.Bahkan, hari Idul Adha ini bagi usaha penggilingan daging, merupakan saat panen.

"Biasanya hari biasa, kita hanya melayani pelanggan pedagang bakso, pengusaha sosis dan pentol. Orang umum jarang.Kalau hari Idul Adha, malah warga umum, pelanggannya libur semua," kata Rukito, pemilik kios daging Ludi Jaya di Pasar Penampungan, Pasar Sayur Magetan kepada Surya, Minggu (11/8).

Menurut Rukito, kalau hari biasa, kios penggilingan daging miliknya paling banyak hanya menggiling daging sebanyak kurang lebih antara 30 - 50 kilogram. Sedang Idul Adha seperti hari Minggu (11/8) ini, usahanya bisa menggiling sampai 200 kilogram - 400 kilogram.

"Idul Adha ini, relatif ramai orang menggilingkan daging. Meskipun ramai, tidak satu pun pelanggan yang hari hari biasa menggilingkan daging. Kalau Idul Adha ini pelanggan baru semua," kata pensiunan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Magetan ini kepada Tribunjatim.com.

Dikatakan Rukito, ramainya warga yang menggilingkan daging ke kiosnya, karena kios lain, tutup. Sehingga warga menyerbu ke kiosnya.

Kecelakaan Kerja, TKA Meninggal Dunia di Rumah Sakit Setelah Sepekan Dirawat

Pukul Jari Pegawainya Hingga Remuk, Polres Malang Kota Bakal Panggil Pemilik Cafe ini

Pilwali Surabaya 2020, Muda-Mudi Demokrat Jawa Timur Bicara Peluang Generasi Millennial

Akibatnya, sejak buka kios pagi sekitar pukul 09.00, mesin giling dagingnya belum berhenti. Begitu juga dengan karyawannya.

"Dari delapan kios penggilingan padi yang ada, hanya dua kiosnya yang buka. Dua kios itu milik saya. Sedang yang lain tutup.Terpaksa karyawan yang melayani istirahatnya giliran,"kata pria berambut putih ini.

Meski ramai, lanjut Rukito, biaya jasa penggilingan plus bumbu komplit tidak dikenakan kenaikkan. Warga yang menggilingkan daging tetap dipungut biaya jasa plus bumbu seperti hari biasa, yang dikutip kepada pelanggan hari hari biasa.

"Tidak ada kenaikkan ongkos giling. Semua tetap, walau yang giling daging meningkat sampai 70 persen lebih. Per kilo gram daging plus bumbu komplit, dikenakan ongkos Rp 40 ribu," kata Rukito kepada Tribunjatim.com.

Ramainya warga yang menggilingkan daging di dua kiosnya di Pasar Penampungan, tutup kiosnya molor dari hari biasa. Kalau hari biasa, pukul 15.30 an sudah tutup. Tapi Minggu (11/8), kemarin, kios Rukito baru tutup menjelang pukul 17.00. (tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved