SOG Sebut Penerus Wali Kota Surabaya Harus Pancasilais, Guna Redam Ancaman Intoleransi
Swara Oedjoeng Galoeh (SOG) melihat banyak pihak yang mengajukan namanya, untuk maju di Pilwali Surabaya 2020.
Penulis: Aqwamit Torik | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Swara Oedjoeng Galoeh (SOG) melihat banyak pihak yang mengajukan namanya, untuk maju di Pilwali Surabaya 2020.
Namun SOG melihat figur penerus Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang sudah dua periode menjabat, harus seorang pancasilais sejati.
Ketua SOG, Felly Pontoh mengungkapkan, figur calon wali kota Surabaya harus menganut filsafat Pancasila.
"Adanya Pancasila diharapkan bisa tumbuh personal wisdom yang integratif dan bisa diterapkan memimpin Surabaya," ujar Felly Pontoh.
• Pilwali Surabaya 2020, Muda-Mudi Demokrat Jawa Timur Bicara Peluang Generasi Millennial
• Hari Raya Idul Adha 1440 H, Pemkot Surabaya Bagikan 6 Sapi ke Eks Lokalisasi Dolly
Felly Pontoh yang merupakan simpatisan PDI Perjuangan itu berharap, baik dari kader PDIP maupun kader partai lain bisa menggantikan sosok Tri Rismaharini.
“Di PDIP ada banyak kader yang berpeluang menjadi wali kota, contohnya Pak Wisnu Sakti, Cak Armuji, Bu Dyah Katarina, Mbak Indah Kurnia, Pak Baktiono, Pak Budi Leksono, dan lainnya. Mereka paham betul Surabaya, dan mereka pancasilais sejati,” imbuhnya.
Felly Pontoh juga melihat kesempatan yang sama dimiliki oleh Golkar, PKB, PSI, dan Demokrat, dalam kontestasi Pilkada Surabaya tahun depan.
• Kurangi Plastik, Wali Kota Tri Rismaharini Bagi-bagi Daun Pisang untuk Pembungkus Daging Kurban
• BREAKING NEWS - Jasad Pekerja Pabrik yang Tertimbun Lumpur di Sukomanunggal Surabaya Ditemukan
• Tokoh & Parpol Mendekat untuk Pilwali Surabaya 2020, PC Ansor Kota Surabaya: Birokrat Lebih Baik
“Saya lihat nama-nama lain juga punya peluang yang sama. Ada Pak Hendro Gunawan dari birokrat yang sudah pasti paham manajemen tata kota. Ada Cak Dhimas Anugrah dari PSI, dia cerdas dan muda. Ada Gus Hans dari Golkar yang juga ulama muda. Belum lagi calon-calon yang independen seperti M Sholeh dan lainnya. Yang penting semua kandidat haruslah seorang pancasilais,” ujar Felly Pontoh.
Felly Pontoh melihat ancaman intoleransi di Indonesia makin terlihat.

Karena itu, menurutnya, dibutuhkan kepemimpinan sosok yang pancasilais.
“Intoleransi dan radikalisme agama mengancam jati diri bangsa. Itu bisa mengakibatkan pergeseran nilai di masyarakat yang pada akhirnya mengancam prinsip-prinsip hidup Pancasila. Surabaya membutuhkan pemimpin yang pancasilais sejati sekaligus cakap mengelola kota seperti Bu Risma,” pungkas Felly Pontoh.
Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com: