Tergeser oleh Agoeng Prasodjo, Aan Ainur: Bisa Berujung Pemecatan Hingga PAW

Caleg DPRD Kota Surabaya dari Partai Golkar, Aan Ainur Rofik akan menempuh mekanisme yang berlaku di internal partainya menyusul hasil penghitungan

Tergeser oleh Agoeng Prasodjo, Aan Ainur: Bisa Berujung Pemecatan Hingga PAW
TribunJatim.com/Fatimatuz Zahroh
DPD Partai Golkar Jawa Timur menggelar Rapat Bappilu di tingkat provinsi dan kabupaten kota, Rabu (19/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Caleg DPRD Kota Surabaya dari Partai Golkar, Aan Ainur Rofik akan menempuh mekanisme yang berlaku di internal partainya menyusul hasil penghitungan surat suara ulang (PSSU) yang digelar di Kantor KPU Surabaya, Jalan Adityawarman Senin (12/8/2019).

Dari hasil PSSU tersebut menunjukkan adanya perubahan perolehan suara antara Aan Ainur Rofik dengan caleg separtainya, yaitu Agoeng Prasodjo dan beberapa caleg lainnya.

Agoeng pun menjadi lebih unggul dengan perolehan suara 4.714, sedangkan Aan memperoleh 4.676 suara dan harus turun ke peringkat kedua.

"Ya itu kan sudah menjadi keputusan dari Mahkamah Konstitusi. Ya sudah kita harus terima. Mau tidak mau harus kita terima," ucap Aan kepada Tribunjatim.com, Senin (12/8/2019).

Jalankan Putusan MK, KPU Surabaya Siap Hitung Ulang Suara di Tiga TPS

Geser Aan Ainur Rofik di Dapil 4 Kota Surabaya, Agoeng Prasodjo Berharap KPU Lebih Profesional

Pemkot Surabaya Bakal Gelar Job Fair 2019 yang Diikuti 40 Perusahaan, Catat Tanggal & Ketentuannya!

Aan mengaku tidak akan menggugat hasi putusan tersebut karena putusan dari MK sudah bersifat final dan mengikat.

"Kalau ada mekanisme hukum yang bisa dilakukan, saya pasti akan menggugat. Cuma kan enggak ada mekanismenya. Setelah ini final dan mengikat, sudah tidak ada kesempatan perlawanan lagi," lanjutnya kepada Tribunjatim.com.

Karena jalur hukum sudah selesai, Aan mengaku akan melakukan upaya menggunakan mekanisme internal partai yang ada.

"Secepatnya, setelah ini saya akan konsultasi dengan tim hukum, apa nanti yang akan kita sampaikan ke mahkamah partai atau DPP. Terkait etik. Ada mekanisme yang dilanggar," ucapnya.

Aan enggan menjelaskan secara detail mekanisme internal partai yang bagaimana yang akan ia tempuh.

Ia hanya mengungkapkan bahwa jalur internal ini bisa berujung pada pemecatan hingga pergantian antar waktu (PAW).

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved