Breaking News:

Gubernur Khofifah Usul Pendirian Bank Jatim Syariah Ditunda, Pertimbangkan Kontribusi Aset UUS

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengusulkan penundaan pembentukan Bank Jatim Syariah. Ini alasannya!

SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Khofifah usai melakukan pertemuan dengan PT Polowijo Gosari Group di Gedung Negara Grahadi, Selasa (16/7/2019). 

Mengutip regulasi dari Undang-Undang tersebut, UUS harus pisah dari bank induk apabila kontribusi aset setelah mencapai paling sedikit 50 persen dari total aset bank Induk.

Respons Khofifah Saat Ditanyai Soal Tawaran Jadi Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Tertarik?

Namun saat ini, aset UUS setelah berjalan selama 13 tahun ternyata baru mencapai Rp 2,7 triliun dari total aset Bank Jatim sebesar Rp 68,7 triliun.

"Dengan demikian masih sangat jauh dari keharusan untuk melaksanakan pemisahan (spin off)," katanya.

Selain itu, pertimbangan terhadap perkembangan industri keuangan baik konvensional maupun Syariah.

Misalnya perkembangan teknologi seperti financial technologi (fintech).

Menurutnya, hal ini mempengaruhi landscape sektor perbankan.

"Terutama juga terhadap going concern bank-bank yang berkategori ukuran kecil termasuk calon bank syariah hasil pemisahan dari bank induk," jelasnya.

Juga, adanya perlambatan pertumbuhan atau pertumbuhan negatif di industri perbankan juga menjadi pertimbangan.

Khofifah juga menjelaskan, Pemprov Jatim telah melakukan konsultasi dengan pihak regulator maupun pelaku sektor perbankan.

Gubernur Jatim Khofifah Rencanakan Ekspansi Ekspor Hasil Laut Sendhang Biru ke Republik Belarus

Di antaranya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Halaman
123
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved