Polisi Tangkap Perajin Reog di Madiun yang Penyimpan Kulit Harimau Jaguar, Sempat kabur ke Sidoarjo

Wst perajin reog, warga Desa Rejuno Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, ditangkap Tim Polda Jatim dan Penegak Hukum Lingkungan Hidup Kehutanan

Surya/ Doni Prasetyo
Tim Penegak Hukum Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (Gakkum KLHK) memergoki perajin reog warga Desa Rejuno, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi menyimpan sejumlah kulit harimau jaguar atau leopard sudah di keringkan. 

 TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Wst perajin reog, warga Desa Rejuno Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, ditangkap Tim Polda Jatim dan Penegak Hukum Lingkungan Hidup Kehutanan (Gakkum LHK), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Penangkapan Wst itu setelah Tim dari Kepolisian dan Gakku LHK. Petugas memergoki pelaku yang menyimpan sejumlah kulit harimau jaguar atau leopard itu, Wst melarikan diri dari rumahnya dan sembunyi di Sidoarjo.

Dikatakannya, wst ditangkap Tim Polda dan Gakkum LHK di dalam pelariannya di Surabaya. Informasi dari warga setempat ada tiga lembar kulih harimau Jaguar utuh dibawah Tim Gakkum LHK dari rumahnya di Desa Rejuno.

"Setahu saya, kalau tidak salah ada tiga lembar kulit harimau utuh, dua lembar lembar sudah dikeringkan, satu lembar masih dalam kondisi basah didalam ember penuh cairan diduga proses diawetkan,"kata tokoh warga setempat yang tidak mau disebut kepada Surya, Kamis (15/8).

Menurut warga itu, kulit harimau kering sempat diukur dirumah korban dengan panjang dari kepala sampai ujung ekor sekitar 190 centimeter dan lebar sekitar 70 centimeter.

Tak Kapok Edarkan Sabu - Sabu, Istri Mantan Kasun di lamongan ini Ikuti Jejak Suaminya ke Penjara

Hasil Akhir Arema FC Vs Persebaya, Singo Edan Menang 4-0 Jadi Kado Spesial Ultah Arema ke-32

2 Pria Jabar Peras Pengusaha Pakai Nama Pejabat Polda Jatim, Modusi Korban Tawar Barang Rp 200 Juta

"Itu diperkirakan Harimau bukan dari hutan di Jawa. Karena harimau Jawa loreng loreng. Tidak trotol trotol. Kemungkinan dari Kalimantan atau Sumatera. Tim yang menangkap menyebut harimau leopard atau jaguar," jelas warga ini yang dimint menjadi saksi saat penyitaan kulit harimau itu kepada Tribunjatim.com.

Dikatakanya, wst dikenal di wilayah Karesidenan Madiun sebagai perajin reog. Biasanya, wst memakai kulit imitasi atau kulit kambing yang dimotif harimau Jawa, Sumatera atau Jaguar/Leopard.

"Kemungkinan ada yang pesan reog dengan kulit harimau asli. Tentunya harga reog ini sangat mahal. Karena selain kulit harimau asli, juga burung merak asli yang bulunya sampai memenuhi reognya," katanya kepada Tribunjatim.com.

Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu didampingi Kasat Reskrim AKP Khoirul Hidayat, mendapat infornasi tentang penggerebekan perajin reog di Desa Rejuno, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi itu.

"KLHK bersama Polda memang benar melakukan penangkapan, terkait penyimpanan kulit harimau, pengembangan dari kasus di Yogyakarta. Tapi tim tersebut tidak memberitahu kami, dan tersangka langsung dibawa ke Polda,"kata Kapolres Pranatal Hutajulu dibenarkan Kasat Reskrim Khoirul Hidayat. (tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved