Jasad Ayah Ditunggui Bayi 14 Bulan Dimakamkan di TPU Pemkab Jember, Warga Bersihkan Rumah dari Bau

Jasad Ayah Ditunggui Bayi 14 Bulan Dimakamkan di TPU Pemkab Jember, Warga Bersihkan Rumah Fauzi dari Bau Mayat yang Menyengat.

Jasad Ayah Ditunggui Bayi 14 Bulan Dimakamkan di TPU Pemkab Jember, Warga Bersihkan Rumah dari Bau
Istimewa
Bayi N ditemukan lemas terkunci dalam rumah bersama ayahnya yang sudah jadi mayat pada Rabu (13/8/2019). Bayi N diduga sudah tiga hari terkunci bersama mayat ayahnya sejak ayahnya terakhir kali tampak pada Minggu pahi 

Jasad Ayah Ditunggui Bayi 14 Bulan Dimakamkan di TPU Pemkab Jember, Warga Bersihkan Rumah dari Bau

TRIBUNJEMBER.COM, PATRANG - Kasus bayi perempuan N yang menunggui mayat ayahnya, Fauzi berakhir happy ending.

Jenazah Fauzi alias Aan Junaidi (40) dimakamkan pada Jumat (16/8/2019).

Pemakaman dilakukan di TPU milik Pemkab Jember di Kecamatan Patrang oleh keluarga dan pihak RSUD dr Soebandi Jember.

Kanit Reskrim Polres Jember Aipda Muhammad Slamet mengatakan, seluruh proses pengurusan jenazah sudah selesai pada Kamis (15/8/2019) malam.

Keluarga Tolak Otopsi Jasad Ayah Ditunggui Si Bayi di Jember, Jenazah Langsung Dimakamkan di TPU

Bayi 14 Bulan Tunggui Mayat Ayahnya di Jember, Si Ibu Ingin Anaknya Dirawat Keluarga di Banyuwangi

Kondisi Bayi 14 Bulan Tunggui Mayat Ayahnya di Jember Diungkap Polisi, Tubuhnya Lemas dan Kotor

"Semalam seluruh proses pengurusan jenazah selesai, baik di kepolisian maupun di rumah sakit. Karena keluarga tidak mau otopsi sehingga kami memerlukan pernyataan tertulis dari keluarga," ujar Slamet kepada TribunJatim.com, Jumat (16/8/2019).

Surat pernyataan dari keluarga itu menjadi dasar pengurusan jenazah lebih lanjut. "Dimakamkan hari ini setelah seluruh proses selesai," imbuh Slamet.

Sementara itu, polisi juga membuka garis polisi yang sejak ditemukannya jenazah Fauzi dipasang di depan rumahnya di Perumahan Kaliwining Asri C-6 Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji.

Warga sekitar, lanjut Slamet, meminta izin akan membersihkan sekitar lokasi karena tidak nyaman dengan bau mayat yang masih menyengat.

Polisi akhirnya membuka garis polisi. Pembukaan garis polisi dilakukan karena kasus itu sendiri ditutup demi hukum setelah keluarga tidak mau melakukan otopsi terhadap jenazah Fauzi dan membuat pernyataan tidak akan menggugat atau menuntut siapapun.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved