Istri Pemimpin Teroris Poso Mengingat Masa Kecilnya Ikut Lomba Agustusan

ditemui di Lapas Wanita Klas II A Malang, Tini tak banyak bicara. Apalagi ketika ditanyai apa makna peringatan Hari Kemerdekaan baginya. Ia hanya diam

Istri Pemimpin Teroris Poso Mengingat Masa Kecilnya Ikut Lomba Agustusan
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Tini Susanti Kaduku, saat ditemui di Lapas Wanita Klas II A Malang. Seorang narapidana teroris (napiter) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Klas II A Malang tidak mendapatkan remisi pada peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-74. 

Ceritanya, September 2014, Santoso mengirim pesan melalui akun Facebook-nya yang bernama ‘Madu Hutan’ kepada Tini. Ketika itu, Santoso meminta Tini untuk menjemput Jumiatun di rumah kosnya.

Tini pula yang kemudian menjadi penjemput Nurmi (istri Basri) yang akan bertemu dengan Basri, sebulan setelahnya. Instruksi penjemputan Nurmi ini pun disampaikan Santoso lewat akun Facebook yang sama.

Tak hanya itu, Tini juga yang diminta Santoso untuk mencari orang yang akan merawat anaknya saat Jumiatun menyambangi kelompok MIT ke gunung.

Tini mengatakan kekuatan jaringan teroris yang kini dipimpin suaminya semakin melemah. Selain kehilangan banyak pasukan, amunisi yang dikantongi juga menipis. Apalagi, hanya Ali yang punya keahlian senjata dan mengenyam pendidikan militer dari Santoso.

"Waktu di sana, cuman suami saya kok yang pegang senjata. Yang lain tidak," katanya.

Tini Divonis Bersalah

Pengadilan Jakarta Timur memvonis Tini bersalah karena melindungi suaminya yang bergabung dalam kelompok teroris MIT. Ia divonis denga pidana kurungan selama tiga tahun pada 5 Juli 2017.

"Tidak apa-apa. Waktu itu saya pasrah saja. Saya terima," kata Tini kepada Tribunjatim.com.

Selama menjalani masa hukuman, Tini belum pernah mendapatkan pengurangan masa tahanan atau remisi. Sebabnya, ia masih menolak mengakui NKRI.

"Tapi saat 17 Agustus, saya selalu senang melihat teman-teman saya diberi remisi. Saya senang jika melihat mereka senang," ucapnya kepada Tribunjatim.com.

Oktober mendatang, Tini bakal menghirup udara bebas. Kepada Surya, ia mengungkapkan keinginannya menjadi seorang wirausahawan dengan membangun sebuah toko kue.

"Saya ingin mempraktekkan ilmu yang saya peroleh di lapas. Saya di sini bikin kue, sudah bisa bikin lima resep. Mohon doanya ya," tutup dia.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved