Densus 88 Tangkap Penyerang Polsek Wonokromo Beserta Istri & Anak, Kapolri: Polisi Bantu Keluarganya

Densus 88 Tangkap Penyerang Polsek Wonokromo Beserta Istri & Anak, Kapolri: Polisi Bantu Keluarganya.

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Kapolri Jenderal Polisi M Tito Karnavian mengimbau warga Papua tidak terpancing informasi yang bermuatan hoax. 

Densus 88 Tangkap Penyerang Polsek Wonokromo Beserta Istri & Anak, Kapolri: Polisi Bantu Keluarganya

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pria berinisial IM yang disebut sebagai teroris anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang menyerang Polsek Wonokromo diringkus Densus 88 Mabes Polri.

Tak cuma IM yang dikeler Densus 88, namun istri dan keempat anaknya juga turut diamankan unuk dimintai keterangan.

Kapolri Jenderal Polisi M Tito Karnavian memastikan keempat anak pelaku mendapat penanganan yang baik.

Jatim Jadi Daerah Sebaran JAD, Kapolri Sebut Masih Terkait Bom Gereja : Minta Polisi Selalu Waspada

Penyerang Polsek Wonokromo Sudah Ditahan, Kapolri Bongkar Pelaku Self Radicalism dan Anggota JAD

Berkaca pada Insiden Penyerangan Polsek Wonokromo, Polsek Pohjentrek Perketat Keamanan Wilayahnya

"Jadi pokoknya dari institusi Polri akan membantu yang bersangkutan," katanya selepas menjenguk anggota Polsek Wonokromo yang dibacok teroris di RS Bhayangkara, Surabaya, Senin (19/8/2019).

Tito menerangkan, pelaku memiliki empat anak.

Satu diantaranya sudah berusia dewasa dan telah bekerja.

Dua orang anak diantaranya masih bersekolah.

"Anak satunya lagi adalah Hafiz Alquran (red, penghafal ayat Quran)," ujarnya.

Tito mengatakan, proses pemeriksaan terhadap IM masih terus berlanjut.

Dan proses penyelidikan untuk membongkar sel kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di kawasan Jatim terus diupayakannya.

"Kalau sudah terungkap dan jelas kami nanti akan melakukan rilis sendiri tentunya," tukasnya.

Sekadar diketahui, IM yang menyerang Mapolsek Wonokromo merupakan anggota dari jaringan Kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Mobiliasi pelaku selama ini adalah perorangan.

Tak pelak, ungkap Tito, si pelaku berani menjalankan aksi penyerangan sendirian tanpa dukungan kelompok.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved