Pencuri di Musala Baiturrochman Sidoarjo Sempat Bertemu Warga, Saksi: Wajahnya Disembunyikan

Pelaku pencurian di Musala Baiturrochman yang terjadi pada Senin, (19/8/2019) memalingkan wajahnya saat bertemu warga sekitar.

Pencuri di Musala Baiturrochman Sidoarjo Sempat Bertemu Warga, Saksi: Wajahnya Disembunyikan
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Terduga pelaku pencurian saat hendak masuk ke dalam Musala Baiturrochman terekem CCTV 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Pelaku pencurian di Musala Baiturrochman Sidoarjo yang terjadi pada Senin, (19/8/2019) memalingkan wajahnya saat bertemu warga sekitar.

Seorang warga sekitar, Yohanes mengatakan sekitar pukul 14.30 WIB, seseorang yang diduga pelaku pencurian berjalan kaki dari arah barat menuju ke timur.

"Kemudian tak berselang lama sekitar 10 menit, orang yang hanya berjalan sendirian tersebut membawa tas ransel dan memakai topi tersebut kembali berjalan kaki ke arah timur menuju barat. Saya penasaran kalau andaikan sales, ya tidak mungkin berjalan kaki dan pastinya naik sepeda motor," ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa (20/8/2019).

Musholla Baiturrochman Disatroni Pencuri, Pelaku Bawa Mixer Pengeras Suara dan Uang Kotak Amal

Pemuda Sidoarjo Mau Kelabui Polisi Pakai Baju Driver Ojol, Video Rekaman Jadi Bukti Joki Balap Liar

Setelah melihat orang tersebut berjalan, dirinya lantas masuk ke dalam rumah.

"Tahu tahu sekitar pukul 15.05, ramai ada kabar mixer pengeras suara hilang beserta uang kotak amalnya. Kemungkinan orang yang tadi saya lihat berjalan kaki tersebut," tambahnya.

Kecurigaannya didasari ketika orang yang berjalan tersebut memalingkan wajahnya kepada warga sekitar.

"Saat jalan, orang tersebut berusaha menyembunyikan wajahnya dari warga sekitar. Padahal normalnya orang berjalan kan melihat ke depan, lha kok orang ini selalu menunduk ke bawah terus," jelasnya.

Sementara itu, pihak Takmir Musala Baiturrochman, Saidi mengaku memang ketika peristiwa pencurian tersebut, suasana lingkungan sekitar musala sangat sepi sekali.

"Biasanya memang banyak lalu lalang kendaraan. Tapi sekitar pukul 14.30 hingga 15.00, jalan di depan musala sepi dari kendaraan. Para ibu yang biasanya melakukan pengajian pun sudah pulang semua. Kelihatannya pelaku sudah memetakan kondisi sekitar," tandasnya.

Akibat peristiwa pencurian, pihak musala mengalami kerugian hingga Rp 8 juta. Dengan perincian, perangkat mixer pengeras suara seharga Rp 4 juta dan uang kotak amal yang bernominal sama hilang dibawa kabur pelaku.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved