Dirut Jatim Expo Surabaya Minta Maaf Pasar Seni Lukis Batal Digelar, Sebut Ada Salah Administrasi
Dirut Jatim Expo Surabaya Minta Maaf Pasar Seni Lukis Batal Digelar, Sebut Ada Salah Administrasi.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Sudarma Adi
"Dalam surat itu saya sampaikan permohonan maaf karena kami terpaksa membatalkan PSLI tahun ini. Event itu kami batalkan karena PT Gedung Expo Wira Jatim sebagai anak perusahaan BUMD PT PWU (Panca Wira Usaha) yang mengelola gedung JX International tidak profesional, tidak beretika, dan sewenang-wenang," ujarnya dalam konferensi pers di Jl Gubernur Suryo, Rabu (21/8/2019).
Anis membeberkan kronologi tindakan pengelola gedung JX International yang ia anggap tidak profesional.
Dirinya menyampaikan, bulan Juni lalu ia menerima surat konfirmasi dari PT Gedung Expo yang menyebut bahwa PSLI berlangsung sesuai rencana yaitu 11 sampai 20 Oktober 2019.
Tanggal itu memang sesuai dengan booking gedung yang panitia lakukan bulan Oktober tahun lalu. Dalam surat tersebut juga dicantumkan besaran biaya sewa gedung selama 10 hari yaitu Rp 330 juta, termasuk PPN 10 persen.
Tetapi, kata Anis, pada tanggal 6 Agustus, salah seorang staf PT Gedung Expo mengirim pesan melalui WhatsApp, memberitahu kalau PSLI diundurkan menjadi tanggal 18-24 Oktober 2019 karena berkaitan ada pameran properti dan pameran buku Big Bad Wolf (BBW).
"Hari itu juga, pengelola gedung mengirim surat kedua yang isinya secara sepihak menggeser jadwal pelaksanaan yang sudah disepakati bersama. Meraka juga mengurangi hari pelaksanaan dari 10 hari menjadi 7 hari, dan dengan sewenang-wenang pula menaikkan uang sewa dari Rp 330 Juta termasuk PPN 10 persen menjadi Rp 770 juta belum termasuk PPN.
Kesewenang-wenangan inilah yang akhirnya membuat pihaknya mengambil keputusan untuk membatalkan pelaksanaan PSLI tahun ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/dirut-pt-gedung-expo-wira-jatim-gewj-arief-wisnu-cahyono.jpg)